Lewat Program FCPF-CF, Kaltim Optimistis Jadi Provinsi Hijau dan Berkelanjutan

Lewat Program FCPF-CF, Kaltim Optimistis Jadi Provinsi Hijau dan Berkelanjutan
Diskominfo Kaltim Gelar agenda jumpa pers di Hotel Aston Samarinda. (Komparasinews)

SAMARINDA – Kaltim serius dalam mengurasi emisi karbon. Program Forrest Carbon Partnership Facility-Carbon (FCPF-CF) 2024 menjadi salah satu senjata perang dalam melawan perubahan iklim di Bumi Etam.

“Program ini bukan sekadar proyek, tetapi bagian dari visi besar Kaltim untuk menjadi provinsi hijau,” ucap Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim Daddy Ruhiyat, dalam jumpa pers yang digelar Diskominfo Kaltim, di Hotel Aston Samarinda, Senin (2/11/2024).

Daddy mengatakan, program yang digulirkan sejak 2019 ini merupakan jawaban atas tantangan utama Kaltim, deforestasi dan degradasi hutan akibat aktivitas manusia.

“Dengan FCPF-CF, kita fokus pada menurunkan laju perusakan hutan yang selama ini menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Baca Juga  DPR RI Periode 2019-2024 Klaim Sudah Hasilkan 64 Undang-Undang

Kata Daddy, Kaltim memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi provinsi hijau. Sejak 2010, melalui Deklarasi Kaltim Green, pemerintah dan masyarakat berkomitmen meninggalkan model pembangunan ekstraktif yang selama puluhan tahun merusak lingkungan.

“Kebakaran hutan yang meluas, banjir bandang, dan kekeringan adalah bukti nyata dari dampak buruk pembangunan yang tidak berkelanjutan,” beber Daddy.

Dia menyampaikan, konsekuensi akibat laju deforestasi yang tinggi membuat Kaltim menyandang predikat sebagai salah satu provinsi dengan emosi karbon tertinggi di Indonesia. Tetapi, Kaltim tidak tinggal diam. Melalui berbagai upaya, seperti pembentukan DDPI dan menjalin kerja sama internasional, provinsi ini terus berupaya mengurangi emisi dan memperbaiki kualitas lingkungan.

Baca Juga  Desa-Desa Kukar Berprestasi Gemilang, DPMD Optimistis Potensi Desa Lain Terus Berkembang

“Kaltim sudah memiliki perangkat kebijakan yang komprehensif untuk mendukung pembangunan rendah karbon,” katanya.

Selain itu, DDPI juga terlibat dalam berbagai forum internasional untuk belajar dari pengalaman negara lain dan mencari peluang pendanaan.

Salah satu program unggulan yang telah diimplementasikan adalah perkebunan berkelanjutan. Lewat program ini, perusahaan perkebunan didorong untuk menerapkan praktik-praktik yang ramah lingkungan, seperti sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan pengelolaan limbah yang baik.

“Selain itu, kita juga mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan, misalkan dengan membentuk kelompok masyarakat peduli api,” imbuhnya.

Baca Juga  Garuda Muda Ngamuk di GBK, Raven Cetak Double Hattrick

Kendati demikian, Kaltim optimistis dapat mencapai target pengurangan emisi yang telah ditetapkan.

“Kami berharap program FCPF-CF dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya kita untuk membangun Kaltim yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Daddy. (nta/advdiskominfokaltim)