Masyarakat Samarinda Hasilkan Dua Ratus Ribu Ton Sampah dalam Setahun

Ilustrasi.

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda menghasilkan sampah hingga dua ratus ton dalam setahun. Fakta ini diungkap Wali Kota Andi Harun dalam peluncuran Wadah Edukasi Daur Ulang Sampah Kota Samarinda di Basoda Resto Cafe, Jalan Dr Soetomo, Kamis (9/3/2023).

Karenanya dia menyebut saat ini tantangan persoalan sampah di Samarinda masih sangat besar. Andi mengungkap, dengan jumlah penduduk sebanyak 837 ribu jiwa, dalam setahun timbunan sampah yang dihasilkan warga Kota Samarinda dapat mencapai 214.347,89 ton atau 587,25 ton per hari.

Keberadaan sampah ini rupanya bisa dimanfaatkan sebagai dalam mendukung ekonomi melalui bank sampah. Bila melihat data yang tersedia, dapat disimpulkan peran serta masyarakat dari tahun ke tahun meningkat.

Baca Juga  Terapkan Passing Grade Ketat, Kesbangpol Kukar Sosialisasikan Rekrutmen Paskibraka 2026

“Desember 2022 saja Bank sampah yang dikelola oleh masyarakat sudah berjumlah 54 unit, dengan jumlah sampah nonorganik sebanyak 97.759 kilogram per tahun, atau 267 kilogram per hari. Tonase ini telah mampu membentuk sirkular ekonomi kurang lebih 200 juta di tahun 2022,” urai Andi Harun.

“Dan hari ini jumlah bank sampah telah meningkat menjadi 66 unit di periode Februari 2023. Saya yakin jika semua RT se-Kota Samarinda memiliki Bank sampah Unit maka sudah tentu ini akan mampu menggerakkan sektor perekonomian Kota Samarinda, secara berkelanjutan seiring pertumbuhan penduduk,” sambungnya.

Baca Juga  Pengendalian Iklim di Indonesia Diklaim Alami Kemajuan Signifikan

Menurut orang nomor satu di Kota Tepian ini, sampah sangat berhubungan dengan kualitas kota, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta kualitas lingkungan. Karenanya program seperti daur ulang sampah ini berperan penting dan dapat menjadi inspirasi, termasuk di dalamnya manfaat ekonomis.

“Sampah jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan manfaat ekonomis dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” sebutnya. (xl)