KUTAI KARTANEGARA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memulai tahap sosialisasi rekrutmen calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Sosialisasi ini dilakukan untuk memastikan informasi seleksi tersampaikan secara merata ke seluruh SMA, SMK, dan MA di Kukar.
Kepala Kesbangpol Kukar Rinda Desianti mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi menjadi langkah awal sebelum pendaftaran dibuka. Tahapan ini penting agar para siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi maupun kompetensi.
“Sosialisasi ini penting agar adik-adik memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum pendaftaran dibuka,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Rinda menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Kesbangpol menjadi instansi yang bertanggung jawab dalam proses rekomendasi seleksi calon Paskibraka. Setiap tahun, rangkaian kegiatan diawali pembekalan dari Badan Pembinaan Paskibraka (BPP), kemudian dilanjutkan sosialisasi sebelum masuk masa pendaftaran.
Pendaftaran nantinya dilakukan secara daring melalui aplikasi Transparansi. Calon peserta diwajibkan membuat akun dan mengunggah dokumen persyaratan yang telah ditentukan. Setelah berkas dinyatakan lengkap, peserta harus mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Tes Intilegensi Umum (TIU).
Menurutnya, kedua tes tersebut bersifat gugur dengan standar nilai minimal 70, sesuai ketetapan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Peserta yang tidak memenuhi passing grade otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Passing grade-nya 70. Kalau kurang dari itu otomatis tidak bisa masuk ke tahapan berikutnya. Kuncinya memang di tahap awal, Wasbang dan TIU,” tegas Rinda.
Tahapan seleksi lanjutan meliputi tes samapta, Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, pemeriksaan kesehatan, psikotes, penelusuran minat, hingga wawancara. Kesbangpol Kukar juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Wilayah III untuk memastikan penyebaran informasi ke seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.
Selain sosialisasi langsung, informasi juga disampaikan melalui media daring dan akun resmi Kesbangpol. Rinda memastikan persyaratan seleksi tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, termasuk ketentuan tinggi badan dan berat badan yang harus proporsional.
Dia berharap semakin banyak pelajar Kukar yang mampu bersaing hingga tingkat nasional, seperti capaian tahun lalu ketika satu peserta berhasil lolos ke seleksi nasional meski berada di posisi cadangan.
“Tahun ini mudah-mudahan ada yang bisa masuk ke tingkat nasional dan jadi pengibar bendera,” pungkasnya. (fjr)












