KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas olahraga yang dikelola pemerintah daerah terus menjadi pilihan utama masyarakat. Tingginya minat terlihat dari frekuensi penggunaan berbagai venue setiap harinya.
Menurutnya, peminat terbesar bukan diukur dari besarnya pendapatan, melainkan dari seberapa sering venue tersebut digunakan warga.
Ia menjelaskan bahwa beberapa jenis olahraga memiliki nilai sewa berbeda, namun tetap menjadi favorit.
“Mungkin yang paling banyak diminati masyarakat itu dari segi penggunaan, bukan dari segi rupiah. Karena nilai rupiahnya berbeda-beda,” ujarnya, Jumat (28/11).
Ia menyebut, bulu tangkis memiliki banyak peminat, tetapi pendapatannya relatif lebih kecil dibandingkan mini soccer karena selisih tarif.
“Bulu tangkis itu banyak peminatnya, tapi kalau dilihat dari nilainya mungkin lebih kecil dibandingkan mini soccer. Karena satu lapangan bulu tangkis hanya sekitar 120-an, sedangkan mini soccer di sini kan 500-an lebih,” jelasnya.
Aji menegaskan bahwa dari sisi penggunaan, fasilitas yang paling sering dipakai masyarakat adalah lapangan mini soccer, futsal, bulu tangkis, serta stadion atau lapangan bola Rondong Demang.
“Yang paling banyak digunakan masyarakat itu adalah mini soccer, futsal, bulu tangkis, serta stadion atau lapangan bola Rondong Demang. Itu yang paling sering dipakai,” katanya.
Dispora Kukar, lanjutnya, terus berupaya menjaga kualitas venue agar masyarakat merasa nyaman dan puas. Namun, ia mengakui anggaran perawatan yang tersedia masih sangat terbatas.
“Alhamdulillah kami juga terus berupaya menjaga kualitas venue yang ada, supaya masyarakat yang menggunakan merasa puas. Tantangannya memang ada pada anggaran perawatan yang cukup kecil,” ujarnya.
Meski begitu, Aji menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal. Dispora Kukar siap melakukan perbaikan berkelanjutan dengan sumber daya yang tersedia.
“Tapi bagi kami, namanya pelayanan ya harus tetap profesional. Dengan anggaran yang kecil pun kami siap melakukan perbaikan-perbaikan pelayanan di berbagai tempat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa selama mendapatkan kewenangan penuh dalam pengelolaan venue olahraga, Dispora dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan.
“Insya Allah, menurut kami anggaran bukan hambatan. Yang penting kami diberikan kewenangan seluas-luasnya untuk mengelola venue yang ada,” katanya. (adv/fjr)












