KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara (Kukar) berpotensi menjadi pusat pengembangan olahraga disabilitas di Kaltim. Gagasan ini mengemuka seiring penyelenggaraan Pekan Paralimpik Pelajar Kabupaten (Peparpekab) 2025, yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para pelajar disabilitas di daerah ini.
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kukar Muhammad Bisyron mengungkapkan, Pemprov Kaltim telah menyampaikan rencana menjadikan Kukar sebagai sentra olahraga disabilitas. Dia mendorong upaya ini diiringi dengan dukungan pembiayaan yang proporsional dari pemerintah provinsi maupun kabupaten.
“Perlu kami sampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Timur berencana mendorong Kukar menjadi sentra olahraga disabilitas. Oleh karena itu, diharapkan ada pembagian pembiayaan antara pemerintah provinsi dan Pemkab Kukar,” ujar Bisyron usai pembukaan Peparpekab, Jumat (25/7/2025).
Menurutnya, dalam Undang-Undang Keolahragaan, posisi KONI dan NPCI sejatinya setara. Oleh sebab itu, segala bentuk fasilitas, dukungan anggaran, serta perhatian yang diberikan kepada KONI juga patut diberikan kepada NPCI.
Bisyron menekankan pentingnya sarana olahraga yang inklusif, agar dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat umum maupun penyandang disabilitas.
“Semua sarana dan prasarana olahraga di Kukar, baik untuk masyarakat umum maupun penyandang disabilitas agar bisa digunakan bersama dan menjadi wadah untuk mengembangkan potensi serta meningkatkan prestasi atlet disabilitas,” tegasnya.
Pihaknya optimistis pada perhatian pemerintah daerah, khususnya Bupati Kukar, terhadap pengembangan olahraga disabilitas akan terus meningkat.
“Saya sangat meyakini bahwa Bupati Kukar memiliki perhatian besar terhadap semua cabang olahraga, termasuk dalam hal memfasilitasi penyandang disabilitas,” tutup Bisyron. (fjr)












