SAMARINDA – Mengenali faktor risiko depresi pada anak terbilang penting. Sebagaimana disampaikan Dokter dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda dr Citra Rahmadani.
Citra mengungkapkan, depresi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada anak-anak. Kondisi ini justru sangat menganggu perkembangan dan kualitas hidup mereka.
“Ada beberapa faktor yang dapat memicu depresi pada anak, seperti stres, lingkungan, dan genetik,” kata Citra, Senin (20/1/2025).
Stres pada anak sendiri, bisa terjadi pada tekanan dalam diri anak, seperti ketidakmampuan menghadapi tugas atau aktivitas sehari-hari. Lingkungan, terutama keluarga dan pergaulan, juga berperan penting. Faktor genetik juga dapat meningkatkan risiko depresi pada anak.
Citra mendorong peran penting orang tua dalam mengenali tanda-tanda depresi yang terjadi pada anak.
“Orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Jangan meremehkan perubahan sekecil apapun,” tegasnya.
Kemudian, Citra juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
“Jangan sampai orang tua menganggap keluhan anak sebagai hal sepele. Dengarkan dan berikan dukungan,” sebutnya
Citra juga menyebutkan jika depresi berdampak serius jika tidak ditangani secara tepat.
“Depresi yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup anak, bahkan dapat berujung pada tindakan berbahaya,” imbuhnya.
Citra juga memaparkan bahwa gejala depresi dapat bervariasi, seperti perubahan suasana hati, kehilangan minat, gangguan pola tidur, dan gangguan pada konsentrasi. Menurutnya, jika gejala-gejala itu muncul secara terus-menerus selama minimal dua minggu, maka segera lakukan konsultasi ke tenaga profesional.
Citra juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak.
“Kenali faktor risiko dan gejala pada anak. Jangan tahu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan,” tandas Citra. (nta)
syair hk malam ini situs toto slot











