Pemkab Kukar Tingkatkan Pelayanan Air Bersih di Desa Prangat Selatan

Pemkab Kukar Tingkatkan Pelayanan Air Bersih di Desa Prangat Selatan
Bupati Kukar Edi Damansyah saat berkunjung ke Desa Prangat Selatan. (Humas Pemkab)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) merealisasikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marang Kayu. Yaitu berupa pemenuhan pelayanan air bersih

Bupati Kukar Edi Damansyah menyebut peningkatan kapasitas air bersih ini sudah selesai dilakukan. Realisasinya dihitung sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sudah ada fisiknya sehingga tinggal mengoperasikannya. Yang penting dalam pengoperasiannya harus benar-benar dilakukan dan berjalan yang telah dilakukan BUMDesa dengan menguatkan komitmen bersama dan integritas berkaitan dengan kejujuran yang menentukan keberhasilan,” kata Edi.

Dia menegaskan dalam proses pelayanan, diharapkan masyarakat juga ikut terlibat. Dalam proses pelayanannya masyarakat perlu dilibatkan dalam pengawasannya. Karena tingkat kebocoran air biasanya banyak dari segala faktor.

Baca Juga  KPU Tetapkan Rudy-Seno sebagai Cagub dan Cawagub Kaltim Terpilih 2024-2029

“Jadi harus sama-sama diawasi,” sambung Edi.

Tarif yang dikeluarkan juga harus sesuai dengan kondisi masyarakat dan biaya operasional yang mencukupi. Pengelolaan BUMDesa harus transparan sehingga bisa berjalan dengan lancar.

“Karena air bersih ini adalah hajat hidup jadi Pemkab Kukar fokus untuk air bersih ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Prangat Selatan Sarkono mengatakan, sarana prasarana peningkatan kapasitas air bersih merupakan penambahan kapasitas air bersih yang ada di Perangat Selatan. Yang semula di Tahun 2022 untuk PAM dengan pelanggan 350 orang dengan adanya kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Prabowo Klaim Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Dunia

“Melalui pengelolaan BUMDes selama ini mengelola PAM kemudian pelanggan meningkat menjadi 515 pelanggan, sehingga kenaikan dengan signifikan air menjadi berkurang dan kemudian dibuatlah tandon besar,” paparnya.

Kata Sarkono, untuk kegiatan yang dikelola BUMDesa sudah menghasilkan PAD dan dikelola dengan benar. Ke depannya akan terus ditingkatkan pelayanannya untuk para pelanggan dengan ketersediaan air. Dari 650 kepala keluarga (KK) di Desa Perangat Selatan masih ada yang tidak teraliri karena posisi geografisnya terpisah di luar. (zu/advdiskominfokukar)