KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab PPU Bidik Pengembangan Potensi Limbah Sawit untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Pemkab PPU Bidik Pengembangan Potensi Limbah Sawit untuk Perkuat Ekonomi Daerah
Foto bersama dalam Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM, Selasa (20/10/2026). (diskominfo)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membidik pengembangan potensi limbah kelapa sawit untuk peluang usaha masyarakat. Sebagaimana terungkap dalam Pembukaan dan Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Selasa (20/10/2026).

Bupati PPU Mudyat Noor Selaku Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mengatakan, hilirisasi limbah kelapa sawit merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

“Pengembangan sektor kelapa sawit tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi tandan buah segar dan minyak sawit mentah, tetapi juga harus diiringi dengan optimalisasi pemanfaatan limbah perkebunan agar memiliki nilai ekonomi melalui pengolahan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” urainya.

Mudyat menilai limbah kelapa sawit yang selama ini dipandang sebagai sisa produksi sesungguhnya memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dengan melibatkan pelaku UMKM agar mampu menciptakan peluang usaha berbasis sumber daya lokal.

Baca Juga  Penuh Haru, Pemkot Berikan Santunan pada Korban Kebakaran dan Keluarga Relawan GMS

“Saya berharap workshop tersebut dapat mendorong lahirnya usaha-usaha baru, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing UMKM di Kabupaten PPU,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU Yusuf Basra menyampaikan, Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM merupakan bagian dari program kerja Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam mengembangkan potensi limbah kelapa sawit agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Menurut Yusuf, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki potensi ekonomi besar. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari hasil utama perkebunan, tetapi juga dari limbah dan produk turunannya yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual melalui kreativitas dan inovasi.

Baca Juga  Kebakaran Meningkat, Disdamkarmatan Kukar Gencar Beri Imbauan kepada Masyarakat

“Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah kelapa sawit menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Anwar Sadat, menyampaikan bahwa kelapa sawit memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

“Kelapa sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk turunan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha bagi pelaku UMKM,” terangnya.

Anwar menjelaskan, pemanfaatan kelapa sawit dapat dikembangkan melalui beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari produk pangan hingga kosmetik. Potensi tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat, terutama yang berada di wilayah penghasil kelapa sawit, agar mampu mendorong tumbuhnya usaha baru sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga  Disdikpora PPU Fokus Perkuat Karakter Siswa Lewat Pembinaan Mental

BPDP dalam hal ini siap mendukung upaya sosialisasi dan pengembangan pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya. Anwar berharap workshop tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi kelapa sawit sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis komoditas tersebut secara berkelanjutan. (xl)