KUTAI KARTANEGARA – Semangat para penyandang disabilitas di Kutai Kartanegara (Kukar) terlihat begitu kuat dalam ajang Pekan Paralympic Pelajar Kabupaten (Peparpekab) 2025 yang resmi dibuka pada Jumat (25/7/2025). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Beladiri Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Peparpekab 2025 merupakan inisiatif dari Dispora Kukar yang berkolaborasi dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kukar. Ajang ini digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juli 2025.
Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisyron menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menyebut Peparpekab kali ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi ajang tingkat provinsi.
“Momentum ini sangat tepat karena pada bulan September atau Oktober nanti akan ada Peparprov tingkat provinsi, sebagai ajang menuju Peparnas pada bulan November,” ujar Bisyron kepada Komparasinews.
Dalam gelaran ini, terdapat dua cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, yakni boccia dan atletik. Total 51 peserta turut ambil bagian, berasal dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) dan satu sekolah inklusi.
Cabor boccia, yang merupakan olahraga lempar bola untuk penyandang disabilitas, diikuti oleh 12 peserta. Sementara, cabor atletik diikuti oleh 39 peserta dan akan dilangsungkan di Stadion Aji Imbut.
Bisyron turut meminta dukungan masyarakat Kukar, mengingat para atlet disabilitas dari daerah ini juga akan berlaga di ajang Peparprov mendatang, mewakili dua cabang tersebut.
“Insyaallah, di bulan November nanti Kukar sudah punya nama di tingkat provinsi untuk dua cabang ini, boccia dan atletik. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Dirinya berharap Peparpekab dapat menjadi wadah pencarian atlet muda berbakat yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“Harapannya, ajang ini bisa menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet disabilitas,” tandasnya. (fjr)












