SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor, diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penyempurnaan akhlak, sekaligus meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.
“Umat Islam wajib mengambil pelajaran dari sosok Nabi Muhammad SAW, yang menjadi suri teladan dalam kehidupan kita sehari-hari. Salah satu akhlak yang patut diteladani yakni sikap toleransi dan saling menghargai dalam memandang keberagaman, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” kata Jauhar Efendi pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah/2021 Masehi, yang digelar Jumat malam (29/10/2021) di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Provinsi Kaltim.
Jauhar menambahkan sikap dan perilaku toleransi terhadap keberagaman masyarakat adalah kunci meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan untuk mencegah perpecahan masyarakat dan bangsa. “Keanekaragaman adalah kekayaan dan keindahan bangsa. Perbedaan itu merupakan rahmat, kekuatan dan karunia yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati,” jelasnya.
Jauhar mengatakan, memperingati Maulid Nabi diharapkan bukan sekadar acara seremonial belaka. Tetapi, momen untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, sejauh mana sudah mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, keteladanan Nabi SAW yang patut dicontoh adalah sikap kepedulian kepada sesama. “Maulid ini guna memperkokoh keimanan dan kekuatan dalam menjalin tali silahturahmi antar ulama, umara, dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan memperingati kelahiran Nabi SAW, Jauhar berharap ada perubahan yang dilakukan, setidaknya umat Islam selalu mengedepankan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau umat Islam meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, mengikuti sunnahnya, mudah-mudahan kita menjadi manusia yang lebih baik,” pesan Jauhar Efendi.
Hikmah Maulid disampaikan KH Syaifuddin Marzuki yang akrab disapa Abah Guru Handil, pengasuh Ponpes Al Arsyadi Handir Baru, Kecamatan Samboja, Kukar. Dalam tausiahnya, Abah Guru mengajak masyarakat meneladani dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid pada hakekatnya mengingatkan dan menyegarkan kembali kepada umat Islam akan sikap dan perilaku Nabi yang dicintai Allah SWT,” ujar Abah Guru Handil. (man)












