Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Demo Besar di Pati

Foto : Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (Istimewa)

PATI — Kepolisian Daerah Jawa Tengah memastikan tidak ada korban jiwa dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, pada Rabu (13/8). Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya kabar simpang siur soal adanya warga yang meninggal dunia akibat kericuhan dalam aksi tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa hasil penelusuran di lapangan menunjukkan nihil korban jiwa.

“Kabar meninggal tersebut sudah kami konfirmasi. Sampai sore ini hasil penelusuran menunjukkan tidak ada korban jiwa akibat aksi anarkis tersebut,” ujar Artanto.

Baca Juga  Pemerintah Bakal Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Terukur Antisipasi Arus Mudik

Meski demikian, kericuhan dalam aksi tersebut menyebabkan 34 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 7 anggota kepolisian dan 27 warga sipil. Korban luka mengalami berbagai cedera, mulai dari lebam, luka robek, hingga kepala bocor. Sebagian besar korban dirawat di RSUD RAA Soewondo, dan beberapa telah diperbolehkan pulang.

Artanto juga menyebut bahwa banyak warga mengalami sesak napas akibat paparan gas air mata yang digunakan aparat untuk membubarkan massa.
“Korban masyarakat rata-rata sesak napas karena gas air mata yang kami tembakkan,” tambahnya.

Baca Juga  Garuda Muda Ngamuk di GBK, Raven Cetak Double Hattrick

Sempat beredar pernyataan dari anggota DPRD Pati yang menyebut ada dua korban jiwa dalam aksi tersebut. Namun, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan telah diklarifikasi sebagai tidak benar. (Zu)