Sungai Pela Dikepung Tanaman Gulma, Listrik Kota Bangun Padam Dua Hari

Pemandangan tanaman gulma yang menutupi akses transportasi Sungai Pela. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Fenomena tumpukan tanaman gulma kembali mengepung kawasan Sungai Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara sekira 10 hektare. Kejadian tersebut sudah sejak satu pekan belakangan ini terjadi.

Camat Kota Bangun Mawardi mengungkapkan puncak terjadinya tumpukan tersebut pada Sabtu (26/3/2022). Tanaman gulma tersebut mengikuti arus menuju Sungai Mahakam.

“Ini fenomena alam lima tahunan, kan semingguan kemarin, tetapi puncaknya Sabtu. Jadi hari senin sudah mulai normal,” kata Mawardi saat dihubungi via telepon, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga  Dispora Kukar Dukung Fotografer Olahraga Sebagai Bagian Ekonomi Kreatif

Hal ini membuat warga setempat susah-payah bergotong royong membersihkan tanaman gulma yang sudah mirip hamparan padang rumput dengan peralatan sederhana.

Keramba ikan milik warga yang rusak. (Rahadian/Komparasi)

“Sampai sekarang masih bingung pemecahannya. Karena kami gak ada alat pencacahnya untuk menghindarkan dari keramba atau rumah rakit warga,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini akses transportasi sungai menjadi terhambat. Terdapat 20 keramba ikan di Desa Sangkuliman serta lima keramba ikan di Desa Liang Ulu yang rusak berat. Serta beberapa keramba lagi di Desa Pela.

Baca Juga  Kadinkes dan Direktur Perusahaan Jadi Tersangka Korupsi Pembangunan RS Bekokong Kutai Barat

“Untungnya tidak ada rumah warga yang hanyut,” ujarnya.

Petugas PLN dibantu warga setempat mendirikan tiang listrik yang roboh akibat hantaman tanaman gulma. (Zulkar/Komparasi)

Selain itu, peritiwa ini juga mengakibatkan aliran listrik menjadi pada selama dua hari pada tanggal 25 sampai 26 maret 2022. Dikarenakan beberapa tiang listrik roboh di Desa Pela.

Baca Juga  Majukan Kelurahan, Lurah Kampung Lama Dukung Penuh Peran Karang Taruna dan LPM

“Sudah ditangani oleh petugas PLN, dibantu juga sama warga sekitar untuk mengembalikan posisi tiang seperti semula,” tutupnya. (zu)