Berita  

Tanpa Dana Khusus, Kelurahan Melayu Bergerak Cegah Stunting

Lurah Melayu Aditya Rakhman. (fajar/komparasinews)

Kutai Kartanegara – Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong justru menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong bisa menjadi kekuatan utama dalam mencegah stunting.

Melalui kolaborasi antara kelurahan, Puskesmas, dan Tim Penggerak PKK, program peningkatan gizi bagi ibu hamil dan balita terus berjalan secara mandiri dan konsisten.

“Program ini tetap berjalan meski tidak ada anggaran tersendiri, karena kami bekerjasama dengan DPMPD dan PKK,” ujar Lurah Melayu, Aditya Rakhman, saat ditemui pada Senin (9/6/2025).

Berbeda dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah kabupaten yang fokus pada siswa sekolah, upaya di Kelurahan Melayu menyasar langsung ke jantung keluarga yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan kondisi gizi kurang.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Samarinda Sosialisasikan Raperda Perlindungan dan Pendistribusian Produk Lokal UMKM

Menurut Aditya, kunci dari pendekatan ini adalah kesadaran akan pentingnya asupan gizi sejak masa kehamilan. Ia menegaskan bahwa tumbuh kembang anak dimulai jauh sebelum ia dilahirkan.

“Kalau gizinya tercukupi sejak dalam kandungan, tumbuh kembang anak akan jauh lebih baik,” jelasnya.

Program ini mendapat dukungan aktif dari para kader PKK yang tak hanya memasak makanan sehat, tetapi juga terjun langsung ke lapangan.

Mereka melakukan edukasi, penyuluhan, bahkan pendataan dari rumah ke rumah. Di balik dapur PKK yang tampak sederhana, tersimpan semangat solidaritas dan rasa tanggung jawab sosial yang besar.

Baca Juga  Sungai Mahakam Kerap Makan Korban, Wali Kota Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

“Program ini lahir dari kepedulian warga sendiri. Karena itu, para kader tahu betul siapa yang butuh dibantu,” tambah Aditya.

Dengan mengandalkan data dari Posyandu, tim pelaksana dapat memantau perkembangan anak secara lebih tepat sasaran. Keberadaan Posyandu pun menjadi ujung pelayanan dalam mendeteksi dini risiko stunting di lingkungan masing-masing.

Aditya berharap model gotong royong ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain, terutama yang masih menghadapi tantangan serupa. Ia juga menegaskan kesiapan Kelurahan Melayu untuk terus berkolaborasi dengan dinas dan lembaga terkait.

Baca Juga  Sekda Sri Wahyuni Pastikan Kaltim Siap Selenggarakan Pilkada Serentak 2024

“Kami siap mendukung arahan dari dinas terkait. Yang paling penting, anak-anak di Kukar tumbuh sehat sejak dini,” pungkasnya. (adv/fjr)