Ragam  

“The Great Layoff” Marak, Practicum Beri Peluang Baru untuk Upskilling Digital

JAKARTA – Maraknya “The Great Layoff” dari banyak perusahaan di dunia termasuk startups, juga melanda Indonesia. Hal ini menjadi perhatian Practicum, bootcamp online berstandar internasional yang memberi peluang baru untuk upskilling digital.

Southeast Asia Director Practicum Herdian Mohammad mengatakan, dalam gelombang pemecatan karyawan yang terjadi ini Practicum justru melihat peluang baru bagi para talenta siap kerja digital. Untuk meningkatkan talenta mereka dalam bidang digital yang masih terus akan dicari oleh banyak perusahaan.
“Bukan hanya perusahaan teknologi saja tetapi juga perusahaan yang secara umum sedang melakukan transformasi digital baik di Indonesia dan dunia. Hal ini sesuai dengan visi misi Practicum untuk mewujudkan 2 juta tenaga IT profesional di era Indonesia emas di tahun 2045,” tuturnya.

Disampaikan Herdian, Practicum juga membantu para alumninya untuk melihat peluang dari pekerjaan digital yang ditawarkan. Baik oleh perusahaan global dan juga perusahaan di Indonesia. Practicum global juga membantu menawarkan lulusannya kepada para perusahaan mitra dari Practicum.

Baca Juga  Copeland Luncurkan Sensi Hydro Sanitary Water Heat Pump di Asia Tenggara

“Dengan ini diharapkan Practicum bisa mengakselerasi 2 juta tenaga kerja digital Indonesia sesuai dengan misi Practicum Indonesia dan tujuan dari Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dipaparkan, Upskilling dan Reskilling bukan hanya penting bagi para pencari kerja secara umum. Namun juga penting bagi perusahaan yang memahami pentingnya transformasi digital untuk kelangsungan bisnis. Pengembangan kemampuan digital ini bisa dilakukan baik secara internal maupun bekerja sama dengan pihak eksternal ahli yang memiliki pengalaman dalam membangun tenaga digital siap kerja berstandar Internasional, seperti Practicum.

“Upskilling digital bisa membantu perusahaan meningkatkan nilai produktivitas karyawannya, dan bagi para pencari kerja dapat menjadi nilai tambah dalam mencari peluang kerja yang lebih ideal,” terang Herdian.

“Sementara Reskilling juga bisa membantu para pekerja untuk beralih profesi untuk mendapatkan gaya hidup yang lebih fleksibel dan kesempatan yang lebih baik, serta bagi perusahaan yang menggunakan reskilling bisa membantu mengurangi pemecatan,” sambungnya.

Baca Juga  Rumah Cokelat Binaan MHU Sukses Hasilkan Produk Halal dan Berkualitas

Lebih jauh dijabarkan, beragam program yang ditawarkan oleh Practicum berdasarkan profesi; Data Scientist, Data Analyst, dan Web Developer banyak diminati oleh para fresh graduate di seluruh dunia. Yang tertarik pada bidang teknologi dan ingin bertumbuh serta bekerja di lingkungan yang modern dan ingin meningkatkan keahlian mereka, hingga para pekerja profesional yang ingin memahami pentingnya sebuah literasi data di bidang teknologi dan percaya pada pentingnya pengembangan diri yang aktif.

“Practicum telah menghasilkan lebih dari 6.000 alumni yang lulus dalam kurun waktu dua tahun. Selain itu, hampir 80% alumni Practicum telah langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus tanpa pendidikan teknis dan 70,4% alumni Practicum berhasil mendapatkan pekerjaan tanpa memiliki pengalaman di bidang TI sebelumnya,” urai Herdian.

Saat ini, dari 3 kelas berdasarkan profesi yang ditawarkan Practicum Indonesia, peminatan dari para murid adalah 43% menjadi Data Analyst, 34% menjadi Data Scientist, dan 23% menjadi Web Developer. Minat terhadap jurusan profesi digital terus bertambah sehingga tahun ini Practicum akan segera menawarkan kelas baru yaitu QA Engineer dan Python Developer.

Baca Juga  Gantikan Desman Minang, Bambang Irawan Terpilih Jadi Ketua PWI Kukar

“Practicum memastikan lulusannya memiliki standar internasional dengan metode praktek menggunakan data yang nyata dan berasal dari studi kasus perusahaan global. Tahun ini, Practicum masuk ke dalam salah satu program terbaik di dunia yang masuk ke dalam The Best 41 Online Bootcamps yang diterbitkan oleh website di Amerika CourseReport.com,” pungkasnya. (xl)