SAMARINDA – Komitmen mewujudkan nol persen kemiskinan ekstrem di 2024 ditegaskan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Di tabun itu, dirinya menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen alias tuntas sesuai instruksi Presiden.
“Penting untuk mengolaborasikan program-program penanggulangan kemiskinan agar tidak tumpang tindih, sehingga anggaran terkait pemberantasan kemiskinan ekstrem yang ada di masing-masing organisasi perangkat daerah menjadi konvergen,” sebut Andi Harun tatkala membuka Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah Samarinda Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di ruang Mangkupelas Balai Kota Samarinda, Jumat (2/12/2022).
“Jangan sampai tidak tepat sasaran,” sambungnya.
Andi menegaskan, rakor ini sebagai langkah sinkronisasi dan sinergitas kebijakan pusat dan daerah. Dalam upaya penanggulangan kemiskinan Samarinda serta mengolaborasikan programnya.
Tim bakal dibentuk sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2020 tentang Tata Kerja dan Penyelarasan Kerja serta pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia dalam rangka penanggulangan kemisikinan di daerah. Terdiri unsur Pemerintah Daerah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Rakor ini begitu penting, terlebih dengan melihat data kemiskinan di kota Samarinda pada tahun terakhir,” sebutnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, angka kemiskinan telah mengalami peningkatan. Dari tahun sebelumnya sebesar 4,76% dan jumlah penduduk miskin sebesar 41.920 jiwa menjadi 4,9% dengan jumlah penduduk miskin sebesar 42.840 jiwa.
Di 2022, kata Andi, sudah dilakukan pendataan keluarga miskin oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Di Samarinda tercatat jumlah penduduk miskinnya sebesar 44.524 jiwa dengan jumlah keluarga sebesar 8.825 KK dengan kemiskinan ekstrem sebesar 8.040 jiwa.
“Sesuai dengan Instruksi Presiden tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia yang ditargetkan tuntas pada 2024 mendatang,” ucapnya.
Ia menyebutkan di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda untuk tahun 2023 akan melakukan segala upaya, dari mulai perencanaan penjelasan program dan konvergensi antara program pusat dan daerah.
“Kami mendorong agar kinerja penanggulangan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem dapat menyesuaikan dengan arahan dan target bapak Presiden. Untuk 2024 jumlah kemiskinan ekstrem yang mencapai 8.040 jiwa di kota Samarinda ini tuntas pada tahun 2024,” urainya.
Orang nomor satu di Kota Tepian ini juga bakal memantau RAPBD. Untuk menguji seberapa berpihak RAPBD terhadap program penanggulangan ekstrem di 2023. (xl)












