KUTAI KARTANEGARA — Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat berbagi dan bekerja bersama dalam membangun daerah. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-244 Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Ahmad Yani mengatakan, usia 244 tahun menjadi momentum untuk mendorong Tenggarong. Menjadi kota yang semakin berbudaya, sejahtera, dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Kita ini kan sudah sampai di 244 tahun Kota Tenggarong. Kita harap kota ini tambah beradab, tambah berbudaya, tambah sejahtera warganya,” kata Ahmad Yani.
Dia berharap pembangunan Kukar terus diarahkan sesuai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Menurutnya, usia 244 tahun menunjukkan Tenggarong telah melalui perjalanan panjang dan harus menjadi momentum untuk semakin mematangkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah, ini bukan lagi usia yang muda, tapi kita sudah 244 tahun. Artinya semakin dewasa untuk bagaimana menggapai dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Ahmad Yani juga berharap Tenggarong dapat berkembang menjadi kota yang memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi masyarakat. Dia menyebut semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-244 Tenggarong, “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya”.
Menurut Yani, makna “berbagi” dalam tema tersebut dapat diterapkan dalam proses pembangunan, terutama dengan memperkuat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan ulang tahun ini, kita pastikan bahwa semangat berbagi sesuai dengan judulnya sebenarnya adalah itu menjadi keharusan,” katanya.
Yani menilai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun tantangan pembangunan tidak dapat ditanggung oleh satu pihak saja.
“Kita harap pemimpin bangsa dan negara, terkhusus siapa pun stakeholder yang ada di Kutai Kartanegara, pemerintah itu harus bersama-sama dan selalu berbagi,” tuturnya.
Menurut Ahmad Yani, berbagi dalam konteks pembangunan berarti ikut menanggung beban masyarakat dan berbagai persoalan pembangunan secara bersama.
“Berbagi itu artinya beban-beban masyarakat, beban-beban kita semua, beban-beban pembangunan, itu semua kita tanggung bersama. Itulah makna berbagi, raja menjamu rakyatnya sebenarnya,” katanya seraya menegaskan pembangunan Kukar membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. (fjr/adv)












