34 Wartawan Kaltim Ikuti Uji Kompetensi

Foto : Pembukaan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 40 di Kaltim. (Diskominfo Kaltim)

SAMARINDA – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) digelar di Kalimantan Timur pada 10–11 September 2025. 34 wartawan mengasah kemampuan jurnalistik dari tingkat muda, madya dan utama.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim dan SKK Migas. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal membuka kegiatan tersebut yang berlangsung di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Rabu (10/9).

Sebanyak 36 wartawan terdaftar mengikuti UKW kali ini. Namun, hanya 34 wartawan yang hadir, sementara dua peserta berhalangan karena sedang berada di luar kota.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kompetensi bagi wartawan.

Baca Juga  Dispora Kukar Dorong Pemuda Aktif Memanfaatkan Program Kukar Idaman Terbaik

“Ketika kita berbicara kompetensi, berarti kita berbicara soal pengetahuan, keterampilan dan etika. Jika tiga hal ini dapat dipenuhi, maka wartawan yang lulus sebagai muda, madya, maupun utama benar-benar telah menjiwai profesinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Faisal menekankan bahwa tantangan profesi wartawan ke depan akan semakin berat. Namun, ia berharap hubungan antara wartawan dan pemerintah dapat berjalan sebagai mitra yang saling menjaga etika.

“Mudah-mudahan semuanya bisa lulus 100 persen. Pengetahuannya bertambah, keterampilannya makin hebat dan etikanya menyesuaikan dengan gaya masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga  Dapat Nilai 95, Kaltim Kembali Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Senada dengan Faisal, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menilai wartawan harus menjaga tata krama agar profesinya tetap bermartabat.

“Profesionalisme wartawan bergantung pada bagaimana kita berperilaku. Kemampuan wartawan harus melalui tiga tahapan, yaitu awareness (kesadaran), knowledge (pengetahuan) dan skill. Skill hanya akan muncul jika kesadaran dan pengetahuan kita baik,” jelasnya.

Abdurrahman menegaskan tiga komponen tersebut akan selalu melekat dalam diri wartawan sehingga profesi ini dapat dijalankan dengan penuh etika.

UKW ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kualitas wartawan di Kalimantan Timur, baik dari segi kemampuan menulis, wawasan, maupun sikap profesional. (Zu)