BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terbuka menjalin kerja sama dengan negara-negara anggota Forum Kerja Sama MIKTA yang meliputi Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Hal ini disampaikan ketika Pemprov hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Forum Kerja Sama MIKTA, Kamis (4/5/2023).
Diketahui, forum ini membahas potensi kerja sama negara middle-powers dalam mewujudkan pembangunan hijau dan berkelanjutan. Serta transformasi menuju pembangunan hijau terus didorong sebagai salah satu metode pemulihan dunia. Dalam hal ini negara middle-power memiliki posisi penting untuk mendorong kemitraan berbasis kesetaraan dan saling menguntungkan.
Asisten I Perekonomian dan Administrasi Pemprov Kaltim Ujang Rachmad mewakili Gubernur menyebut, arah kebijakan pembangunan ekonomi Kaltim adalah peningkatan, kestabilan dan mendorong inklusifitas ekonomi. Karenanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak diperlukan, dengan MIKTA bertujuan memperkuat antarnegara anggotanya berkontribusi menjawab pemanasan global.
“Provinsi Kalimantan Timur bagian dari Indonesia sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan seluruh negara anggota MIKTA. Terutama di bidang pendidikan, pertanian, perkebunan, perternakan, perdagangan, industri, dan pariwisata,” kata Ujang membacakan sambutan Gubernur.
“Tentunya fasilitasi dari Kemlu menjadi faktor penting hal ini dapat terwujud,” sambungnya.
FGD ini, jelas Ujang, adalah langkah awal mengenal dan mengetahui kondisi dan potensi yang ada di Kaltim bagi Anggota MIKTA. Supaya nantinya bisa terjalin kerja sama. (xl/advdiskominfokaltim)












