Disbun Kaltim Beri Pelatihan Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun

Disbun Kaltim Beri Pelatihan Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun
Bimtek Pengendalian Kebakaran Lahan Perkebunan yang digelar Disbun Kaltim. (istimewa)

BALIKPAPAN – Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melatih 35 peserta mitigasi kebakaran lahan dan kebun (karlabun), Kamis (11/5/2023). Baik dalam bentuk penanggulangan, kesiapsiagaan, hingga meningkatkan koordinasi antarpihak.

“Sebanyak 35 peserta yang mengikuti pelatihan ini antara lain dari Brigade Karlabun Provinsi Kaltim lima peserta, dari kelompok tani peduli api (KTPA) kabupaten/kota sebanyak 12 peserta,” kata Kepala Disbun Kaltim Ahmad Muzakkir.

Kemudian berasal dinas terkait dari 10 kabupaten/kota sebanyak 10 peserta karena tiap daerah hanya diwakili satu orang. Seperti Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Samarinda ada satu peserta dan satu peserta dari Disbun Kutai Timur.

Baca Juga  Sepuluh Sekolah di Samarinda Borong Penghargaan Adiwiyata dari Kementerian LHK

Pelatihan yang digelar di Balikpapan pada Rabu (10/5/2023) hingga Jumat (12/5/2023) ini juga diikuti oleh delapan perwakilan perusahaan perkebunan dari enam kabupaten. Meliputi Berau dan Kutai Kartanegara masing-masing dua peserta, kemudian empat kabupaten lainnya masing-masing satu peserta.

“Karlabun masih sering terjadi setiap tahun, terutama musim kemarau sehingga merusak fungsi lahan perkebunan dan sumber daya alam,” tutur Ahmad.

Baca Juga  Emak-Emak Kaltim Gelar Aksi Tolak Komersialisasi dan Liberalisasi Pendidikan Anak

“Karlabun juga berdampak pada pencemaran dari berbagai aspek, baik dari sisi ekologi, lingkungan, estetika, ekonomi, politik, kesehatan, transportasi darat, laut,sungai, maupun udara,” sambungnya.

Kabid Pembangunan Berkelanjutan Disbun Kaltim menuturkan, pelatihan yang dikemas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Karlabun ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Seperti dari Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kabid Perkebunan Berkelanjutan Kaltim, dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan dari Manggala Agni.

“Dalam bimbingan teknis ini banyak metode yang digunakan seperti metode ceramah, presentasi, diskusi, dan praktik pemadaman karlabun,” sebutnya. (xl/advdiskominfokaltim)