Ahmad Yani Komitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Desa Loa Janan Ulu Terkait Penolakan Sodetan

Anggota DPRD Kukar Ahmad Yani menjalani reses di Desa Loa Janan Ulu. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani melakukan masa reses selama enam hari. Ia mendatangi warga Desa Loa Janan Ulu, Desa Purwajaya dan Desa Margahayu. Hal ini dilakukan untuk mendengar beberapa isu permintaan dari warga.

Dari kunjungannya ke Desa Loa Janan Ulu, salah satu aspirasi yang disampaikan warga adalah penolakan terhadap sodetan atau sistem pengendalian banjir dari pemerintah provinsi. Rencananya, sodetan ini akan mengalirkan air dari Samarinda ke sungai di Desa Loa Janan Ulu, yang saat ini sedang mengalami sedimentasi.

Baca Juga  Rampung Dibangun, Sculpture Pesut di Samarinda Seberang Rampung Tuai Pro Kontra Warga

Apabila itu terjadi, maka bisa mengakibatkan naiknya volume air dan berimbas terjadinya banjir di rumah warga.

“Rata-rata satu desa di Loa Janan Ulu itu menolak, kecuali ada progres dari Pemkab Kukar terkait normalisasi sungai dan pembebasan rumah masyarakat di bantaran sungai,” kata Ahmad Yani, Kamis (26/10/2023).

Ia menegaskan, aspirasi tersebut bakal diperjuangan agar menjadi perhatian pemerintah. Sebab problematika sungai yang menjadi perbatasan antara wilayah Kutai Kartanegara dan Samarinda itu, tidak berjalan normal dan mengalami pendangkalan.

Baca Juga  Lonjakan Suspek Campak, Dinkes Kukar Imbau Orang Tua Segera Lengkapi Imunisasi Anak

Jika kiriman air dari Samarinda akan dialirkan ke sungai tersebut, tentu akan menyebabkan banjir satu desa. Oleh sebab itu, Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda perlu mengantisipasi hal tersebut secepatnya.

“Perlu kerja sama antara Pemerintah Kukar dan Samarinda karena itu daerah perbatasan yang dipisahkan oleh sungai,” tuturnya.

“Usai masa reses, saya bersama Dinas PU dan Perkim akan kembali ke lapangan, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, untuk membahas dan mencari solusi terbaik mengenai masalah ini,” tandasnya. (zu)