SAMARINDA – Proyek pembangunan terowongan Samarinda yang mencakup Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap terus dikebut. Terowongan ini diharapkan dapat memecah persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Gunung Manggah.
Diketahui, target penyelesaian dari megaproyek tersebut pada akhir 2024 yaitu kedua sisi terowongan dapat saling terhubung. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengklaim pengerjaan proyek ini berjalan lancar tanpa kendala.
Akan tetapi proyek ini menyebabkan kerusakan jalan di depan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada di Jalan Kakap. Tingginya mobilitas kendaraan bongkar muat material untuk pembangunan terowongan telah membuat jalanan menjadi rusak.
Kondisi ini menjadi perbincangan dan menuai kelurahan dari masyarakat, termasuk pegawai rumah sakit. Jalan menjadi becek setelah hujan dan berdebu saat cuaca panas.
Kendati pengecoran jalan sempat dilakukan untuk memudahkan kendaraan roda dua melintas, upaya ini dinilai belum cukup.
Merespon keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, mengatakan bahwa perbaikan Jalan Kakap sudah masuk dalam rencana masterplan.
Tetapi, perbaikan tidak bisa dilakukan saat ini karena alat berat masih beroperasi di area tersebut.
“Kalau dalam rencana masterplan akan diperbaiki, tapi kalau diperbaiki sekarang kan tidak mungkin,” kata Desy, Rabu (26/6/2024).
Dia merasa khawatir jika perbaikan jalan dilakukan sekarang akan membuang anggaran. Sehingga lebih baik menunggu hingga pengerjaan terowongan selesai.
Desy juga memastikan bahwa perbaikan Jalan Kakap dan Jalan Sultan Alimuddin akan dilakukan setelah terowongan rampung.
“Tunggu terowongannya selesai dulu, tapi sekarang masih bisa dilewati masyarakat. Pasti kami perbaiki, tidak mungkin biarkan begitu saja,” ungkapnya.
Kemudian, Desy juga membeberkan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan belum disiapkan. Karena fokus utama saat ini adalah menyelesaikan pembangunan terowongan agar sesuai target pengerjaan.
“Ini termasuk penunjang, tapi fokus ke terowongannya dulu,” sebut Desy.
Terakhir, masyarakat diharapkan bersabar hingga proyek terowongan rampung. Dengan janji bahwa jalan yang rusak akan segera diperbaiki setelahnya. (nta)












