KUKAR IDAMAN SEP 26

Airlangga Hartarto Nyatakan Mundur Usai Tujuh Tahun Memimpin Partai Golkar

Airlangga Hartarto. (ist)

JAKARTA – Berakhir sudah jabatan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golongan Karya (Golkar) setelah memimpin partai berlambang pohon beringin itu selama tujuh tahun. Pengunduran diri tersebut dipastikan dalam siaran video, Ahad (11/8/2024).

Kata Airlangga, alasannya mundur lantaran ingin menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden RI Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ucapnya.

Pengunduran dirinya sebagai ketum Golkar itu, lanjut Airlangga, terhitung sejak Sabtu (10/8/2024) malam. Selanjutnya sebagai partai besar yang matang dan dewasa, kata dia, DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi yang berlaku.

Baca Juga  Duh, 57 Persen Ibu di Indonesia Alami Depresi “Baby Blues” Setelah Melahirkan

Proses selanjutnya yang berjalan di internal Golkar, termasuk terkait dengan penunjukan pelaksana tugas ketua umum (ketum) dan persiapan menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub), klaim Airlangga, bakal berlangsung damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi muruah partai.

“Kepada jajaran pengurus DPP Partai Golkar, serta kepada seluruh pimpinan partai kita di tingkat provinsi, kota dan kabupaten, saya percaya dapat terus menjaga soliditas dan kesinambungan Partai Golkar ini,” tutur Airlangga.

Baca Juga  Jagat Komedi Indonesia Berduka, Pelawak Senior Nurul Qomar Tutup Usia

Diketahui, Airlangga menjabat ketum Golkar sejak 13 Desember 2017 menggantikan Setyo Novanto yang terjerat kasus hukum. Airlangga pun memimpin Partai Golkar dalam dua kali Pemilu yaitu 2019 dan 2024 silam. Di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Airlangga dipercaya menjadi Menteri Perindustrian dari 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019, kemudian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 23 Oktober 2019 Sampaikan sekarang.

Pengunduran Airlangga yang terkesan mendadak dan tak terduga ini pun menimbulkan ragam spekulasi di masyarakat. Pengamat menyebut ada kekuatan besar yang mempengaruhi mundurnya Airlangga. Desa-desus yang beredar juga menyebut Wakil Presiden RI Terpilih Gibran Rakabuming Raka diprediksi mengincar posisi tertinggi di Partai Golkar yang kini dilepaskan Airlangga. (xl)