SAMARINDA – Beberapa pekan lalu harga minyak goreng melambung tinggi dan mengalami kelangkaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pun mengeluarkan kebijakan minyak goreng subsidi seharga Rp 14 ribu per liternya.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Novi Marinda Putri mengatakan sebaiknya Pemkot segera melakukan pemantauan. Jika benar di lapangan terjadi kelangkaan minyak goreng.
“Harus segera dilakukan pemantauan,” sebut Novi di ujung telepon.
Dikatakannya lagi, pemantauan ini sebagai bentuk pengawasan terhadap oknum yang melakukan penimbunan. Di mana menyebabkan kelangkaan minyak goreng.
“Kami kan berharapnya jangan ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini,” ucapnya.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Menurut Politisi PAN hal tersebut mengingat datangnya Bulan Ramandan pada April nanti. Sehingga diharapkan ketersediaan minyak goreng terpenuhi.
“Kami takut berimbas pada industri rumahan apabila minyak langka. Makanya kami mendorong Pemkot untuk terus melakukan pengawasan supaya harga minyak goreng tetap stabil dan tidak langka,” pungkas Novi. (nta)












