Disabilitas di PPU Terima Bantuan Kaki Palsu, Dinsos Siapkan Anggaran Rp150 Juta

Foto : Kepala Dinsos PPU, Saidin.

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas dengan menyiapkan bantuan kaki palsu bagi warga yang membutuhkan. Program ini diharapkan dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Kepala Dinsos PPU, Saidin, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima usulan dari masyarakat terkait bantuan bagi penyandang disabilitas. Dari hasil verifikasi, sebanyak lima orang dipastikan menerima bantuan kaki palsu tahun ini.

“Kami telah melakukan seleksi dan verifikasi dari usulan yang masuk, dan hasilnya lima orang akan mendapatkan bantuan kaki palsu,” kata Saidin, Kamis (20/3/2025).

Baca Juga  Upacara Hari Guru Nasional, Pj Gubernur Kaltim Sebut Muhasabah Siapkan Generasi Berkualitas

Bantuan yang diberikan terdiri dari dua jenis kaki palsu, yakni kaki palsu di atas lutut dan kaki palsu di bawah lutut. Harga masing-masing unit berbeda tergantung jenisnya.

“Kaki palsu di atas lutut diperkirakan seharga Rp16.083.600 per unit, sementara kaki palsu di bawah lutut sekitar Rp6.258.170 per unit,” terangnya.

Total bantuan yang dialokasikan mencakup lima unit kaki palsu di atas lutut dan 10 unit kaki palsu di bawah lutut. Dengan jumlah tersebut, anggaran yang disiapkan Dinsos PPU mencapai sekitar Rp150 juta.

Baca Juga  Sri Puji Astuti Tegaskan Sistem Zonasi Bertujuan Hilangkan Stigma Sekolah Unggulan

Untuk menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, Dinsos memilih menggunakan kaki palsu produksi lokal. Hal ini dinilai lebih efisien dari segi biaya serta lebih mudah dalam hal perawatan dan penyesuaian pengguna.

“Produksi lokal lebih terjangkau dan lebih sesuai dengan kondisi kita. Selain itu, perawatannya juga lebih mudah jika ada yang perlu disesuaikan,” ungkap Saidin.

Pemerintah berharap program ini bisa memberikan manfaat besar bagi penerima, terutama dalam membantu mereka lebih aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

“Bantuan ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk lebih berdaya di masyarakat,” tutupnya. (Adv/Zu)