SAMARINDA – Masalah dugaan BBM oplosan akhir-akhir ini menimpa masyarakat Kaltim, banyak beredar kumpulan bukti-bukti dari masyarakat yang menjadi korban, akibatnya mereka harus membawa kendaraanya ke bengkel untuk diperbaiki.
Merespon hal ini, DPRD Kaltim mengadakan pertemuan dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga di Gedung E, Kantor DPRD Kaltim, Rabu (9/4/2024).
Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kaltm, Sabaruddin Panrecalle. Diskusi berlangsung empat jam, bahkan sempat memanas dan alot, saat kedua belah pihak menyampaikan pendapat.
Meski begitu, ada beberapa solusi yang didapat untuk menjawab keluh kesah masyarakat. Pertamina akhirnya bersedia membuka layanan bengkel gratis di 10 kabupaten/kota Kaltim. Ini merupakan bentuk tanggungjawab Pertamina kepada konsumen yang merasa dirugikan.
“Dibuka di bengkel resmi, akan ada pemeriksaan kendaraan bagi warga yang terdampak,” kata Manager Retail Sales Region Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselen.
Lesgitatif mengapresiasi respon positif ini, ia berharap adanya pengawaan dari pihak aparat Polda dan Pemprov Kaltim agar berjalan dengan lancar.
“Ada itikad baik dari Pertamina untuk memberi solusi, tapi harus kita kawal bersama demi menjaga stabilitas dan perlindungan konsumen,” tegas Sabaruddin.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh seluruh pihak yang hadir. Hal ini juga menjadi dasar legal bagi para pihak untuk menindaklanjuti jika terjadi pelanggaran atau pengingkaran kesepakatan.
Pelayanan bengkel oleh Pertamina kepada masyarakat yang terdampak terhitung mulai Rabu, 9 April 2025.
Adapun pihak DPRD Kaltim yang bersepakat diantaranya Ketua Komisi II yakni H Sabaruddin Panrecelle, Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Immanuel, dan Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis. (Zu)
kampungbet situs gacor











