La Ode: Guru TPA Ujung Tombak Pendidikan Karakter, Sudah Saatnya Sejahtera

Foto : Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir. (DPRD Kaltim)

SAMARINDA – Pemerintah dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kalimantan Timur. Padahal, mereka berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir, menyuarakan keprihatinannya atas minimnya perhatian terhadap para guru TPA. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas dalam kebijakan daerah.

“Guru TPA adalah ujung tombak pendidikan karakter anak-anak. Ironisnya, mereka hidup dalam kondisi yang memprihatinkan karena honor yang sangat minim, bahkan banyak yang tidak menerima honor sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga  Semua Pihak Diminta Kerja Keras Capai Target Penurunan Angka Stunting 14 Persen 

La Ode menekankan bahwa meski bekerja dalam diam, kontribusi para guru TPA sangat besar. “Apa yang mereka ajarkan menjadi pondasi karakter anak-anak kita. Ini bukan pekerjaan kecil, tapi fondasi peradaban,” katanya tegas.

Ia juga menyoroti tingginya keikhlasan guru TPA dalam mengabdi, meski kenyataan menunjukkan banyak dari mereka hanya mengandalkan sumbangan masyarakat yang tidak menentu.

Menurut La Ode, jika pemerintah serius ingin membangun generasi religius dan berakhlak, maka langkah awal harus dimulai dari para pendidik agama. “Apresiasi tidak cukup dengan ucapan terima kasih. Sudah waktunya ada kebijakan nyata untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Samarinda Bakal Bentuk Kampung Tangguh Narkoba dan Kelurahan Bersinar

Ia bahkan mempertanyakan keadilan dalam sistem pendidikan. “Jika guru mata pelajaran umum bisa mendapat tunjangan dan perhatian, kenapa tidak dengan guru TPA? Mereka juga mendidik, bahkan di bidang yang sangat fundamental,” imbuhnya.

La Ode merekomendasikan agar pemerintah mengalokasikan anggaran melalui APBD atau hibah pendidikan keagamaan guna mendukung kesejahteraan guru TPA secara struktural dan berkelanjutan.

Terakhir, ia menegaskan pentingnya kepastian masa depan bagi para guru TPA. Pemerintah daerah diharapkan segera merancang strategi konkret, mulai dari pendataan hingga pemberian insentif rutin, demi meningkatkan taraf hidup mereka. (adv/zu)