Progres Pembangunan Jembatan Pendamping di Tenggarong Capai 5,8 Persen

Progres Pembangunan Jembatan Pendamping di Tenggarong Capai 5,8 Persen
Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Proyek pembangunan Jembatan Pendamping di Tenggarong sudah memasuki tahap pemancangan. Sebelumnya, Pembangunan ini merupakan inisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) terkait peremajaan Jembatan Besi, namun mengalami berbagai prokontra dikarenakan histori dan sejarahnya.

Kemudian Dinas PU Kukar sepakat untuk membangun Jembatan Pendamping di sebelah Jembatan Besi. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 5,8 persen.

“Untuk progresnya, sampai minggu lalu akhir Mei, minggu ke 16, itu progresnya kurang lebih 5,8%. Saat ini sudah mulai pemancangan dan sudah dapat delapan titik di sisi Jl Kartini,” jelasnya.

Baca Juga  Realisasi Program Kukar Idaman, Bupati Kukar Resmikan Posyandu Desa Loa Ulung

Diketahui, kedua sisi jembatan pendamping berada di Jalan Kartini dan Jalan Panjaitan. Pada sisi Jalan Kartini, Dinas PU sudah melakukan tes Pile Dynamic Analyzer (PDA) untuk mengetahui daya dukung tiang pancang.

Namun karena pembangunan infrastruktur tersebut berada di atas sungai, Linda mengatakan terdapat sedikit kendala terhadap pasang-surut air sungai.

“Kami sudah melakukan tes PDA, kalau tidak salah hari Sabtu Minggu lalu. Tapi memang ada sedikit kendala karena pasang-surut air sungai,” terangnya.

Biaya pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp58 Miliar. Anggaran tersebut disebutkan sudah termasuk dana pendukung seperti pengawasan, administrasi proyek, honorarium, dan biaya koordinasi keluar daerah.

Baca Juga  Disdikbud Kutim Rencanakan Beri Kenaikan Insentif Bagi Tenaga Pendidik

“Karena proyek ini melibatkan rangka baja dari luar daerah, tepatnya dari Bekasi. maka PPK harus melakukan pengecekan langsung ke lokasi pabrikasi. untuk memastikan bahwa produk yang dikirim ke lapangan benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan,” ungkap Linda.

Saat ini, alat pancang yang terdapat pada lokasi pengerjaan hanya terdapat satu crane. Hal ini membuat kendala proses pengerjaan tak dapat berjalan dengan cepat.

Dengan rencana menambah peralatan sebagai upaya mempercepat pembangunan. Linda berharap, proyek pembangunan jembatan pendamping dapat rampung pada akhir tahun 2025.

“Agar target selesai di Desember tetap tercapai, kita ambil langkah percepatan. Salah satunya dengan menambah peralatan pancang supaya pengerjaan bisa dilakukan secara paralel, tidak menunggu satu sisi selesai dulu,” tandasnya. (fjr)