SAMARINDA — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, menyoroti belum optimalnya pengelolaan Hotel Atlet di Jalan M. Yamin, Samarinda, yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim.
Ia menilai hotel tersebut berpotensi menjadi beban keuangan daerah jika tidak segera difungsikan secara tepat.
“Hotel ini sudah banyak menyerap anggaran. Bahkan secara fisik, bangunan dan fasilitasnya sudah hampir layak dihuni,” ujarnya.
Hotel Atlet memiliki 273 kamar, namun hingga kini belum dapat difungsikan secara maksimal karena masih terkendala aspek regulasi dan klasifikasi kategori hotel. Sabaruddin menyebut bahwa kajian dari BPKAD, Biro Hukum, dan Dispora masih ditunggu untuk menentukan kelayakan pemanfaatannya sebagai hotel komersial.
Ia mengingatkan bahwa biaya perawatan, termasuk listrik dan air, dapat menelan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan jika tidak ada pengelolaan yang jelas. “Ketika aset sebesar ini tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu akan ada beban biaya operasional yang besar,” tegasnya.
Sebagai langkah solusi, Komisi II DPRD Kaltim merekomendasikan agar pengelolaan hotel dipihakketigakan. Sabaruddin mendorong dilakukannya seleksi terbuka bagi calon investor agar pengelolaan aset dapat dilakukan secara profesional dan menguntungkan.
“Kalau ada investor yang berminat, silakan berkompetisi secara terbuka. Jangan sampai aset ini jadi beban tanpa manfaat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam mengoptimalkan aset daerah, agar keuangan provinsi dapat digunakan secara lebih produktif dan efisien. (adv/zu)












