KUTAI KARTANEGARA – Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, warga Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman punya cara unik. Selain lomba tarik tambang, balap karung, hingga hempas bantal, mereka menggelar satu perlombaan tak biasa yakni Lomba Melamun.
Rangkaian peringatan HUT RI tersebut berlangsung sejak 3 hingga 10 Agustus 2025 di Gelora Muso bin Salim, Lapangan Sepak Bola Desa Muara Kaman Ulu.
Wakil Ketua Panitia Deni Saputra mengatakan, lomba ini menantang peserta untuk duduk dengan ekspresi datar tanpa menanggapi gangguan sekitar.
“Peserta tidak boleh merespons interaksi dari penonton. Ekspresi harus tetap, meski ada yang mencoba mengganggu,” jelasnya saat dihubungi Komparasinews melalui sambungan telepon, Sabtu (9/8/2025).
Awalnya, durasi lomba direncanakan tiga jam, namun setelah kesepakatan peserta, dipangkas menjadi satu jam. Gangguan yang diberikan pun hanya berupa tatapan muka atau gestur lucu, tanpa menyentuh fisik peserta.
Deni menyebut, antusiasme warga sanggat tinggi. Pendaftar sempat tembus 50 orang, namun panitia membatasi hanya 36 peserta karena keterbatasan tempat.
“Peserta minimal 15 tahun dan warga setempat. Tapi ada juga mahasiswa KKN yang ikut meramaikan,” kata Deni.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri melalui rekaman video. Pemenang akan ditentukan untuk juara 1, 2, dan 3, dengan total hadiah ditaksir jutaan rupiah.
Meski belum diumumkan pemenangnya, lomba melamun ini sudah jadi bahan cerita tersendiri bagi warga berkat berbagai ekpresi unik peserta lomba. Deni mengungkapkan ide lomba ini lahir spontan saat acara beseprah selesai.
“Ide ini sebenarnya spontan. Lomba melamun adalah lomba terakhir. Besok akan dilanjutkan dengan jalan santai, zumba dan pada sore harinya penyerahan hadiah,” tutupnya. (fjr)












