HUT Ke-234 Tenggarong, Bupati Harapkan Jadi Kota Heritage dan Etalase Kukar

HUT Ke-234 Tenggarong, Bupati Harapkan Jadi Kota Heritage dan Etalase Kukar
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat diwawancarai usai Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Tenggarong didorong untuk terus menjadi etalase daerah sekaligus kota heritage yang sarat dengan peradaban dan menjunjung tinggi nilai adat serta budaya. Hal itu disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kukar dalam rangka HUT ke-234 Kota Tenggarong, Senin (29/9/2025).

Menurutnya, meski secara administratif Tenggarong hanyalah salah satu kecamatan di Kukar, namun secara historis kota ini memiliki posisi penting.

“Tenggarong adalah kotanya para raja. Di sinilah terjadi pemindahan kekuasaan dari Pemarangan ke Tenggarong, yang dahulu bernama Tegaron,” ujarnya.

Baca Juga  Amankan Situs Pemerintah, Serangan Judi Online Jadi Perhatian Diskominfo Kaltim

Aulia menambahkan, pemerintah daerah saat ini menyiapkan sejumlah pembangunan prioritas di Tenggarong. Salah satunya adalah Pasar Tangga Arung, pasar terbesar di Kukar, yang akan segera diresmikan.

“Namanya tetap kita jaga sebagai Tangga Arung. Pasar ini akan menjadi ikon perdagangan baru di Kukar,” ucap Aulia.

Selain itu, Pemkab Kukar juga telah membangun Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang akan berfungsi sebagai pusat pengembangan ide-ide kreatif, termasuk dalam bidang seni dan budaya.

Baca Juga  Siapkan Infrastruktur Pertanian, Pemprov Kaltim Segera Bangun Dua Bendungan di Wilayah Selatan

“Gedung ini nantinya bisa digunakan anak-anak untuk berlatih menari, menyanyi, dan kegiatan seni lainnya. Dari pihak Kesultanan pun akan mengaktifkan kembali sanggar-sanggar tari dan budaya,” katanya.

Dengan upaya tersebut, Bupati optimistis Tenggarong mampu menjaga identitas sebagai kota heritage sekaligus berkembang sebagai kota modern.

“Insyaallah, langkah-langkah ini akan membawa kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” demikian tuturnya. (fjr)