KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan terhadap Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (Genius). Program nasional ini digagas Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejak 2024.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program tersebut berjalan efektif di Kukar. Salah satu langkah awal yakni berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
“Kami akan berkoordinasi dengan Disdikbud Kukar, karena bicara ketahanan pangan tidak bisa diampu oleh satu stakeholder saja. Harus dikelola bersama,” ujar Aulia saat ditemui di Tenggarong, Rabu (15/10/2025).
Aulia menjelaskan, program Genius bukan sekadar penyaluran pangan bergizi. Tetapi merupakan sistem manajemen kolaboratif yang dapat terintegrasi dengan program daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lebih dulu dijalankan Pemkab Kukar.
“Genius ini bukan untuk menyaingi program lain, tetapi untuk memperkuat dan berkolaborasi. Kita sudah punya MBG, tinggal bagaimana menghubungkan keduanya agar saling melengkapi,” jelasnya.
Aulia menambahkan, kolaborasi antara program Genius dan MBG diharapkan mampu menciptakan rantai pasok pangan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah juga berupaya menghubungkan petani dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan bagi dapur SPPG.
“Kalau kita lihat ke hulu, ini tentang bagaimana menghubungkan para petani dan nelayan yang memproduksi bahan pangan dengan program MBG dan Genius, supaya harga yang diterima mereka layak dan berkelanjutan,” tuturnya.
Menurut Aulia, tujuan akhir dari program ini adalah memastikan anak-anak di Kutai Kartanegara memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar mereka.
“Ujung dari program ini adalah bagaimana memastikan gizi anak-anak kita tercukupi,” tegasnya.
Sebagai tahap awal, penerapan program GENIUS dilakukan di SDN 035 Tenggarong sebelum dikembangkan ke sekolah-sekolah lain yang ada di Kukar. (advprokom/fjr)












