APBD Diprediksi Turun, Bupati Aulia Pastikan Program Dedikasi Kukar Idaman Tetap Jalan

APBD Diprediksi Turun, Bupati Kukar Pastikan Program Dedikasi Kukar Idaman Tetap Jalan
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat diwawancarai disela-sela kegiatan di Pendopo Odah Etam Tenggarong. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan program dedikasi Kukar Idaman Terbaik akan tetap dijalankan secara maksimal. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026 diperkirakan mengalami penurunan.

Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri Pemaparan Rencana Kerja dan Anggaran Pemerintah Daerah (RKAPD) 2026 di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis (30/10/2025).

“Kemungkinan APBD kita tahun depan, asumsi sementara berdasarkan hitungan sekarang, berada di kisaran Rp6,5 hingga Rp7 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Ungkap Baru 45 Persen RT Yang Memiliki PAUD

Meski mengalami penyesuaian anggaran, Aulia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengimplementasikan program-program prioritas yang sudah dijanjikan kepada masyarakat.

“Kalau maksimal, ya kita upayakan semaksimal mungkin. Namanya program dedikasi, tetap kita jalankan,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, terdapat dua strategi utama dalam memastikan keberlanjutan program. Pertama, menilai kesiapan eksekusi program di tiap perangkat daerah. Kedua, menyesuaikan target pelaksanaan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Kalau uangnya cukup, kita laksanakan sesuai target. Kalau tidak, targetnya kita kurangi, tapi programnya tetap berjalan. Misalnya, target pelatihan 100 UMKM, kalau anggaran berkurang, ya bisa jadi 75. Intinya programnya tidak kita hilangkan,” terang Aulia.

Baca Juga  DPRD Kaltim: Listrik dan Jalan di Wilayah Tertinggal Kutim Jadi Prioritas Pembangunan

Menurutnya, prinsip utama dalam menjalankan Kukar Idaman Terbaik adalah menjaga komitmen terhadap janji kepada masyarakat, meski di tengah tantangan fiskal yang dinamis.

“Program ini bagian dari dedikasi kita untuk masyarakat Kukar. Jadi tidak ada alasan untuk berhenti, hanya penyesuaian agar tetap realistis,” pungkasnya. (advprokom/kukar)