KUTAI KARTANEGARA – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pekab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang ketenagakerjaan terus menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari keberhasilan program pelatihan Basic Operator Batch 2 yang resmi ditutup di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Etam Sejahtera dan Siap Kerja, yang bertujuan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Asisten I Sekretariat Kabupaten Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, pelatihan ini sejalan visi dan misi Bupati Aulia Rahman Basri, khususnya misi kedua yang menekankan pada pemerataan dan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya, serta ketenagakerjaan.
“Yang jelas ini merupakan bagian penting dalam upaya mensukseskan visi dan misi Bupati. Program ini masuk dalam Etam Sejahtera dan Siap Kerja, dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta penyelenggara pelatihan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Taufik menyebut, kolaborasi dengan perusahaan sektor pertambangan seperti PT Buma menjadi contoh nyata keterlibatan dunia industri dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Selama satu tahun pelatihan, dari total 30 peserta, sebanyak 9 orang telah lulus dan langsung diterima bekerja di perusahaan tersebut.
“Ini bukti konkret bahwa program ini memberikan dampak nyata dalam mengurangi pengangguran dan membantu pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis mengoperasikan alat berat serta mendapatkan sertifikasi resmi yang diakui industri. Sertifikat tersebut menjadi modal penting untuk memperluas peluang kerja di sektor pertambangan dan konstruksi.
Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi model pelatihan berbasis kebutuhan pasar tenaga kerja di Kukar.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kutai Kartanegara,” tandas Taufik. (advprokom/fjr)












