Dispora Kukar Dorong Wirausaha Muda Mandiri Lewat Klinik WPM, Fokus Bantu Bisnis Kopi Lokal

Foto; Kepala Bidang Kepemudaan dan Wirausaha Dispora Kukar Derry Wardana. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda melalui program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM).

Program ini menjadi wadah pembinaan, pendampingan, dan pemberian bantuan alat usaha bagi pemuda yang tengah merintis bisnis, termasuk sektor usaha kopi yang kini berkembang pesat di Kukar.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Wirausaha Dispora Kukar Derry Wardana mengatakan bahwa Klinik WPM dirancang untuk memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha muda agar mampu mengembangkan potensi usahanya secara berkelanjutan.

“Program ini dirancang khusus untuk menyediakan bantuan penunjang usaha kepada para pemuda yang ingin mengembangkan bisnisnya,” ujarnya di Tenggarong, Rabu (12/11).

Baca Juga  Dispora Kukar Ajak Sekolah dan Komunitas Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional di Kalangan Pelajar

Sebelum menerima bantuan, setiap peserta wajib terdaftar dan mengikuti pembinaan di Klinik WPM. Langkah ini dilakukan agar Dispora dapat memetakan kebutuhan spesifik masing-masing pelaku usaha, sehingga bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.

“Melalui proses ini, data para peserta akan tercatat, sehingga kami bisa memahami kebutuhan spesifik tiap individu. Tidak semua bantuan bisa disamaratakan,” jelasnya.

Menurutnya, jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kapasitas dan skala usaha. Untuk pelaku bisnis kopi, misalnya, kebutuhan alat seperti mesin roasting, grinder, dan coffee maker akan disesuaikan dengan kemampuan produksi serta pengelolaan usaha.

“Bantuan seperti alat roasting harus disesuaikan dengan kapasitas produksi pelaku usaha. Bahkan mesin kopi pun jenisnya beragam, jadi tidak bisa diberikan secara seragam,” imbuh Derry.

Baca Juga  Dispora Kukar Buka Rekrutmen Atlet Muda untuk Program PPLPD 2025

Selain pemberian bantuan, Klinik WPM juga berfungsi sebagai forum konsultasi bisnis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha muda. Melalui wadah ini, para peserta dapat berdiskusi langsung untuk mencari solusi atas berbagai kendala usaha yang dihadapi.

“Di Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri, komunikasi dilakukan secara mendetail. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dan bermanfaat bagi pengembangan usaha mereka,” tegas Derry.

Program Klinik WPM merupakan bagian dari implementasi misi “Kukar Siap Kerja” yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui pembinaan berkelanjutan ini, Dispora Kukar berharap semakin banyak wirausaha muda lokal yang tumbuh mandiri dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (adv/fjr)