Dispora Kukar Dorong Komunitas Bentuk Struktur Resmi untuk Perkuat Pembinaan Olahraga Tradisional

Foto: Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar Aji Muhammad Ari Junaidi. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mendorong penguatan organisasi komunitas sebagai langkah utama dalam melestarikan olahraga tradisional di daerah.

Keberadaan kepengurusan yang jelas dianggap akan memudahkan proses pembinaan sekaligus memastikan kegiatan berjalan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengatakan pemerintah siap memfasilitasi sarana dan penyelenggaraan kegiatan.

Namun, dukungan tersebut membutuhkan komunitas yang memiliki struktur pengurus aktif agar pendataan, pengusulan bantuan, dan komunikasi dapat dilakukan secara efektif.

Baca Juga  Evakuasi Anak-Anak Desa Kelekat, BPBD Kukar dan Muspika Upayakan Bisa Tetap Sekolah

Ia mengungkapkan masih banyak kelompok pegiat olahraga tradisional yang bergerak tanpa kepengurusan resmi. Situasi ini membuat sejumlah program pembinaan tidak berjalan maksimal, terutama dalam pengajuan alat, penyusunan program latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi atau festival.

“Kami akan terus mendorong pembentukan pengurus komunitas. Dengan adanya struktur organisasi, kami bisa lebih tepat menyalurkan fasilitas dan merancang program sesuai kebutuhan,” jelas Ari pada Selasa (25/11).

Ari menambahkan bahwa organisasi yang tertata juga menentukan peluang komunitas mengikuti pembinaan berjenjang di tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga  Sertijab Bupati Kukar: Edi Damansyah Pamit, Aulia-Rendi Siap Gerak Cepat

Dispora, kata dia, ingin olahraga tradisional tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi identitas daerah yang dapat dibanggakan.

Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus disalurkan melalui wadah yang mampu mengelola dan mempertanggungjawabkannya.

Dengan kepengurusan yang aktif, pembinaan dapat berjalan lebih teratur dan sesuai potensi masing-masing kecamatan di Kukar.

“Kami berharap penguatan organisasi ini melahirkan ekosistem olahraga tradisional yang lebih profesional, sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat melalui warisan budaya lokal,” tutup Ari. (adv/zu)