KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi membuka Patung Soekarno dan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Sangasanga, Selasa (27/1/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan keluarga besar Soekarno, Djarot Saiful Hidayat, yang sekaligus menyampaikan apresiasi keluarga terhadap inisiatif pemerintah daerah.
Djarot menyebut pembangunan patung Bung Karno di Sangasanga bukan hanya sebagai penghormatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Mewakili keluarga besar Soekarno dan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mas Rendi Solihin dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berinisiatif membangun dan meresmikan patung Soekarno sekaligus RTH ini,” ujar Djarot saat diwawancarai.
Dia menyampaikan kekagumannya terhadap kualitas karya patung tersebut. Menurut Djarot, patung itu merupakan salah satu yang terbaik dari berbagai patung Bung Karno yang pernah ia kunjungi.
“Saya sudah banyak berkeliling ke berbagai tempat, dan ini adalah salah satu patung Bung Karno yang sangat bagus. Patung ini dibuat oleh seniman besar Pak Sunaryo dari Bandung, yang juga membuat patung proklamator di Cengkareng,” katanya.
Djarot turut mengenang kedekatannya dengan sang seniman yang juga terlibat dalam pembuatan diorama perjalanan Bung Karno di Perpustakaan dan Museum Bung Karno di Blitar. Dia menyebut karya tersebut sebagai bukti dedikasi tinggi dalam menggambarkan perjalanan sejarah.
Lebih jauh, Djarot menekankan pentingnya kehadiran patung Bung Karno sebagai sarana pembelajaran sejarah. Ia berharap keberadaan RTH dan ikon baru Sangasanga ini dapat membangkitkan minat generasi muda untuk memahami perjalanan bangsa.
“Dengan adanya patung Bung Karno ini, kita didorong untuk mempelajari sejarah agar tidak melupakan perjuangan bangsa, perjuangan Bung Karno dalam memerdekakan republik ini,” ujarnya.
Djarot juga mengingatkan bahwa Soekarno memiliki banyak predikat penting, mulai dari Proklamator, Presiden pertama Republik Indonesia, penggali Pancasila, hingga tokoh yang berperan besar dalam gerakan pembebasan negara-negara terjajah di Asia-Afrika.
“Ini bisa menjadi media bagi anak-anak muda untuk berdiskusi, belajar sejarah, melakukan pentas seni, dan membangkitkan budaya. Sehingga kita memiliki kepribadian dalam kebudayaan, seperti yang diinginkan Bung Karno,” tambahnya. (fjr)












