KUTAI KARTANEGARA — Warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar) kini waswas setelah jembatan kayu yang menjadi akses utama desa mengalami kerusakan parah. Jembatan tua berusia puluhan tahun itu kini hanya dapat dilalui dengan sangat terbatas dan berisiko menutup total mobilitas warga.
Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya jalur vital untuk kebutuhan ekonomi, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Namun kerusakannya kian memburuk dalam sepekan terakhir, membuat berbagai aktivitas warga ikut terhambat.
“Sekarang kondisinya makin parah. Motor saja warga sudah takut lewat,” ujar seorang warga, Jumarni, Jumat (30/1/2026).
Kendaraan roda empat sudah tidak bisa lagi melintas, sementara pengendara sepeda motor terpaksa ekstra hati-hati saat menyeberang. Kondisi papan kayu yang rapuh dan beberapa bagian yang hampir putus membuat jembatan tidak lagi aman digunakan.
Mengantisipasi keadaan, warga sempat bergotong royong melakukan perbaikan darurat. Namun upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi kerusakan yang semakin meluas.
“Warga sempat gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu cuma sementara saja,” tambah Jumarni.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Jika jembatan tersebut benar-benar tidak dapat dilewati, Desa Sebuntal berpotensi terisolasi dari wilayah lain.
“Itu satu-satunya jalan untuk keluar dan masuk desa. Kalau jembatan ini sampai tidak bisa dilewati, kami bisa terisolir,” tutupnya. (fjr)












