KUTAI KARTANEGARA — Keterbatasan anggaran pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi kendala dalam pelaksanaan sejumlah program. Terutama menjelang agenda olahraga tingkat provinsi dan nasional tahun ini.
Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Dispora Kukar dan Komisi IV DPRD Kukar, Rabu (22/4/2026). Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni menyatakan, secara umum kesiapan atlet menghadapi ajang olahraga sudah memadai. Namun, persoalan utama saat ini adalah kekurangan anggaran.
“Persiapan atlet secara fisik sudah siap. Tinggal yang menjadi persoalan kita adalah kekurangan anggaran,” ujarnya.
Aji Ali menjelaskan, dari total kebutuhan pembiayaan, Dispora Kukar baru mampu memenuhi sekitar 70 persen. Sisanya, sekitar 30 persen, masih belum terpenuhi dan menjadi pembahasan bersama DPRD.
“Kalau dilihat dari persentase, kita sudah tercukupi sekitar 70 persen. Tinggal 30 persen yang harus kita pikirkan bersama,” terangnya.
Kekurangan anggaran tersebut berdampak pada sejumlah agenda penting, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri di Kabupaten Paser, Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov), hingga ajang nasional seperti Peparnas dan Personas bagi atlet disabilitas.
Menurut Aji Ali, hingga kini pembiayaan untuk tiga agenda besar tersebut belum tersedia. Padahal, seluruh kegiatan itu dijadwalkan berlangsung sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2026.
“Ini tiga kegiatan yang sampai saat ini pembiayaannya memang belum ada,” ucapnya.
Dispora Kukar telah menyampaikan kebutuhan anggaran secara rinci kepada DPRD, termasuk data atlet dan rincian pembiayaan. DPRD, khususnya Komisi IV, disebut menyatakan kesiapan untuk mendukung, meski tetap menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Selain mengandalkan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan kepala daerah, Dispora juga mulai mempertimbangkan alternatif pendanaan dari pihak swasta.
“Nanti solusinya mungkin melibatkan pihak swasta atau perusahaan yang bisa mendukung keikutsertaan atlet,” tutur Aji Ali.
Di sektor kepemudaan, keterbatasan anggaran juga dirasakan organisasi seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Dispora mengakui pembiayaan kegiatan kepemudaan saat ini masih minim, meski sejumlah program tetap berjalan melalui koordinasi bersama.
Dispora bersama DPRD berencana melanjutkan pembahasan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta, guna mencari solusi atas kekurangan anggaran tersebut.
Meski demikian, Dispora memastikan keikutsertaan Kukar dalam ajang Porprov tetap berjalan. Atlet diminta tidak khawatir sembari menunggu kepastian teknis dari panitia provinsi.
“Prinsipnya Kutai Kartanegara tetap ikut. Kita hanya menunggu petunjuk teknis,” tegas Aji Ali. (fjr)












