KUTAI KARTANEGARA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi simbolik di Jalan Jendral Soedirman, Tenggarong, Ahad (21/6/2026).Aksi itu digelar sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap dua pengurus BEM saat mengikuti demonstrasi di Balikpapan beberapa waktu lalu.
Ketua BEM Unikarta Zulkarnain mengatakan, kedua mahasiswa tersebut diduga mengalami tindakan kekerasan saat pengamanan aksi berlangsung. Selain itu, almamater yang mereka kenakan juga disebut robek dalam insiden tersebut.
“Hari ini kami menggelar aksi simbolik untuk mengecam dugaan tindakan represif yang dialami dua pengurus BEM Unikarta saat mengikuti aksi di Balikpapan. Mereka dipiting dari belakang, diseret, dan almamater yang dikenakan robek,” ujarnya.
Menurut Zulkarnain, almamater merupakan simbol identitas mahasiswa yang harus dihormati dalam situasi apa pun. Karena itu, BEM Unikarta mendesak Polda Kaltim menindak oknum yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap mahasiswa, termasuk perobekan almamater yang menjadi simbol kebanggaan kami,” katanya.
Zulkarnain uga menjelaskan alasan pihaknya belum menempuh jalur pengaduan resmi ke kepolisian maupun Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Dia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kritik terhadap mekanisme penanganan dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat.
“Kami ingin menunjukkan sikap bahwa mahasiswa memiliki keraguan terhadap proses penanganan yang dilakukan secara internal,” ujarnya.
Zulkarnain menegaskan, aksi serupa akan terus dilakukan setiap pekan hingga ada klarifikasi dan tindak lanjut atas dugaan tindakan represif yang mereka soroti. (fjr)












