KUKAR IDAMAN SEP 26

Expo Kutim 2026 Disebut Cetak Transaksi UMKM hingga Miliaran Rupiah

Expo Kutim 2026 Disebut Cetak Transaksi UMKM hingga Miliaran Rupiah
Suasana malam penutupan Expo 2026. (Maulana/IKP Kehumasan)

KUTAI TIMUR – Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026 disebut telah mencetak transaksi UMKM hingga Rp4,24 miliar. Sebagaimana disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi dalam penutupan di alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Ahad (18/10/2026). 

Kata dia, Expo tersebut menyampaikan Pekan Raya Expo Kutim memiliki peran lebih luas daripada sekadar pameran dan pusat hiburan.

“Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membangun peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujar Mahyunadi dikutip dari siaran resmi Pemkab Kutim.

Salah satu capaian yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah nilai transaksi peserta pameran, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang mencapai Rp4.245.900.000. Angka tersebut dihimpun panitia pada hari penutupan, hal ini menunjukkan bahwa geliat perekonomian di Kutim menunjukkan tren positif.

Baca Juga  Bupati Kutim Resmikan RSUD Muara Bengkal

Mahyunadi menilai capaian transaksi tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat tumbuh melalui kegiatan promosi dan pemasaran produk lokal. 

“Coba kita asumsi keuntungan sebesar 25 persen dari total transaksi, perputaran ekonomi tersebut berpotensi memberikan keuntungan sekitar Rp1,06 miliar bagi pelaku usaha, ini kan luar biasa. Namun, besaran keuntungan riil tetap bergantung pada biaya produksi, operasional, dan margin masing-masing pelaku UMKM,” terangnya.

Mahyunai berharap manfaat Pekan Raya Expo Kutim tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Produk-produk yang telah diperkenalkan selama pameran perlu terus dikembangkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Begitu pula dengan jejaring bisnis, peluang investasi, dan kerja sama yang terbangun diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan ekonomi produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Pansus LKPJ Gubernur Kaltim Tinjau Pengembangan Desa Korporasi Ternak di Kutim

Mahyunadi juga menekankan, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi yang masuk atau meningkatnya aktivitas ekonomi. Tetapi juga harus tercermin melalui kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

“Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dan kunci dari semua itu adalah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” terangnya.

Mahyunadi menjelaskan, kemandirian ekonomi perlu diperkuat melalui optimalisasi potensi daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan sektor usaha yang beragam. Sementara itu, daya saing daerah harus didukung oleh kualitas produk, layanan, serta kemampuan pelaku usaha lokal untuk menembus pasar regional, nasional, hingga global.

Baca Juga  Bupati Kutim Tegaskan Investasi Harus Tetap Perhatikan Kepentingan Masyarakat

“Peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, kebijakan yang tepat, serta kepedulian terhadap lingkungan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kutai Timur,” tandasnya. (xl)