KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab Kukar Dorong Inovasi Konsep Baru Kegiatan Peringatan 27 Januari 2027

Peringatan Festival Merah Putih di Kecamatan Sangasanga tahun lalu. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, meminta Pemerintah Kecamatan Sangasanga menyusun konsep baru untuk peringatan 27 Januari 2027. Langkah ini diperlukan agar kegiatan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp630 juta tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Sunggono setelah menerima audiensi jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga yang membahas persiapan peringatan tersebut, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, konsep awal yang dipaparkan masih relatif sama dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, panitia diminta kembali berdiskusi untuk mencari format kegiatan yang lebih menarik dan berdampak langsung bagi warga.

“Harapan saya, peringatan 27 Januari tahun depan benar-benar memberikan dampak signifikan kepada masyarakat, khususnya warga Sangasanga,” ujar Sunggono.

Baca Juga  25 Ribu Peserta JKN di Kukar Mendadak Nonaktif, Pemkab dan BPJS Kebut Reaktivasi

Dia menegaskan, peringatan 27 Januari seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk menggerakkan potensi daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sangasanga.

Dalam audiensi tersebut, Sunggono menerima paparan mengenai rencana kegiatan, pihak-pihak yang akan terlibat, serta kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp630 juta.

Berdasarkan paparan awal itu, ia menilai masih diperlukan pembaruan konsep agar pelaksanaan tahun depan memiliki pembeda dibandingkan kegiatan sebelumnya.

“Saya menyarankan agar pelaksanaannya dibuat berbeda. Karena itu, saya mengajak mereka kembali berdiskusi untuk membahas sejumlah hal yang memungkinkan kegiatan tahun depan dilaksanakan dengan konsep baru,” tuturnya.

Baca Juga  Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Kukar Hadiri Pesta Panen Mencaq Undat

Sunggono juga menilai jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga memiliki modal untuk menghasilkan gagasan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat. 

Sejumlah pejabat yang terlibat, mulai dari camat, sekretaris camat, kepala seksi hingga lurah, merupakan putra daerah Sangasanga.

“Semua pejabat yang terlibat ini orang asli Sangasanga. Saya sudah memberikan tantangan kepada mereka agar bisa melaksanakan kegiatan dengan format baru yang memberikan dampak lebih besar kepada masyarakat,” katanya.

Untuk tahap selanjutnya, Pemerintah Kecamatan Sangasanga diminta mematangkan kembali persiapan, termasuk menyusun susunan kegiatan atau rundown berdasarkan konsep yang telah diperbarui.

Baca Juga  Bangun Ketaatan sejak Usia Dini, Ribuan Anak Samarinda Ikuti Manasik Haji Cilik 2025

Pemkab Kukar menyatakan siap memberikan dukungan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. (fjr/adv)