KUTAI KARTANEGARA – Si Jago Merah kembali melanda permukiman di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, kebakaran terjadi di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, pada Selasa (13/10/2026) malam.
Peristiwa yang berlangsung hingga Rabu (14/10/2026) dini hari itu mengakibatkan dua anak berusia 3 dan 7 tahun meninggal dunia. Selain menelan korban jiwa, kebakaran berdampak pada sejumlah bangunan warga dan satu bangunan sekolah, SDN 021 Tenggarong. Seorang pria juga dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar Fida Hurasani mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 23.45 Wita. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari wilayah Tenggarong, termasuk armada dari kawasan Patimura dan Markas Komando (Mako).
“Proses pemadaman berlangsung sekira 45 menit,” kata Fida.
Menurut dia, petugas menghadapi kendala saat menjangkau titik api. Akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman yang padat menyulitkan pergerakan armada pemadam. Ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting dalam proses pemadaman.
“Kendalanya terutama akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman yang padat. Ketersediaan sumber air juga menjadi hal penting dalam proses pemadaman,” ujarnya.
Plt Camat Tenggarong, Isnaniah, menyebut kebakaran berdampak pada dua wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 61 dan RT 26 di Kelurahan Loa Ipuh. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar delapan bangunan terdampak di RT 61. Sementara itu, di RT 26, satu rumah terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya turut terkena imbas kebakaran.
Bangunan SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta juga dilaporkan terdampak. Isnaniah mengatakan pihak kecamatan masih mengumpulkan data untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak, kepala keluarga, dan warga yang terdampak.
“Untuk sementara, itulah data yang kami terima. Kami masih menghubungi sejumlah pihak dan akan melakukan pendataan langsung ke lapangan untuk memastikan jumlah bangunan serta warga yang terdampak,” katanya.
Selain mendata kerusakan, pihak kecamatan memprioritaskan penanganan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Warga yang dapat tinggal bersama keluarga akan diarahkan ke tempat tersebut.
Sementara itu, warga yang tidak memiliki tempat tinggal sementara akan diupayakan mendapat tempat di posko yang direncanakan berada di balai. Posko bantuan juga dipersiapkan untuk menyalurkan kebutuhan warga sesuai hasil pendataan di lapangan. Hingga berita ini tayang, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. (fjr)












