KUKAR IDAMAN SEP 26

Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Terlibat Karhutla

Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna. (Setpres BPMI)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepolisian, kejaksaan, dan Kementerian Kehutanan mengusut dugaan keterlibatan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan yang terbukti melanggar hukum terancam kehilangan izin usaha.

Prabowo menyampaikan perintah tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia meminta penyelidikan dilakukan bersama TNI dan unsur intelijen untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, karhutla tidak bisa semata-mata dianggap sebagai dampak kondisi alam. Ia menyoroti dugaan keterlibatan manusia dan perusahaan yang dinilai turut menyebabkan kebakaran.

Baca Juga  Akses ke Sekolah Makin Terhambat, Jalan Murunan Butuh Perbaikan

Ia juga menekankan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, pemerintah berencana meningkatkan penanganan sekaligus memastikan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab berjalan hingga tuntas.

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja,” katanya.

Prabowo menegaskan, tindakan terhadap perusahaan harus didasarkan pada bukti yang jelas. Jika pelanggaran terbukti, pemerintah akan mengambil langkah tegas, termasuk mencabut izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Tindak Lanjuti Putusan MK, KPU Kukar Bakal Lakukan Perhitungan Suara Ulang

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ujar Prabowo.

Di luar persoalan karhutla, Prabowo turut menyinggung pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah melewati berbagai konflik dan upaya memecah belah, tetapi tetap mampu mempertahankan keutuhan bangsa.

Prabowo mengatakan pemerintahannya akan mengedepankan politik persatuan dengan merangkul berbagai kelompok demi kepentingan masyarakat.

“Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional, saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita, marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat Indonesia hidup sejahtera,” ucapnya.

Baca Juga  Tingkatkan Partisipasi, Pj Gubernur Kaltim Minta Penyelenggara Pemilu Intensif Sosialisasi

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Menurutnya, perbedaan harus menjadi kekuatan, bukan alasan untuk memecah belah bangsa.

“Perbedaan adalah kekayaan, menghormati adalah mulia,” pungkas Prabowo. (zu)