KUKAR IDAMAN SEP 26

Bupati Kutim Setuju Agenda Bazar Digelar di Setiap Kecamatan, Ini Alasannya

Bupati Kutim Setuju Agenda Bazar Digelar di Setiap Kecamatan, Ini Alasannya
Penutupan Bazar UMKM yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim di PIS), Ahad (7/8/2022) malam. (Humas Kutim)

KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Slaiman setuju apabila agenda bazar digelar di setiap kecamatan. Hal ini disampaikannya saat menutup Bazar UMKM yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim di Pasar Induk Sangatta (PIS), Ahad (7/8/2022) malam.

Penutupan ditandai dengan memukul rebana bersama-sama dengan para Kepala Dinas (Kadis) yang hadir dan perwakilan Perangkat Daerah.

Ardiansyah mengatakan sangat setuju terkait Dinas Koperasi dan UMKM yang akan mengagendakan bazar di tiap Kecamatan. Untuk itu Bupati Ardiansyah meminta Disperindag, Dinas Pariwisata dan yang lainnya untuk bergabung dalm menjembatani para pelaku UMKM di Kutim.

Baca Juga  Berisiko Keselamatan, Gubernur Kaltim Ungkap Kekeliruan Mekanisme Sandar Kapal KEK MBTK

Dirinya menyebutkan, saat ini kondisi ekonomi global dibeberapa negara mempunyai masalah ketahanan pangan. Namun patut disyukuri Indonesia mampu bertahan dan eksis dalam upaya menjalankan roda ekonomi di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah pelaku ekonomi dan masyarakat merasa terjembatani dengan adanya kegiatan ini (bazar). Sehingga perputaran ekonomi tidak hanya dimiliki kelompok tertentu, tapi juga masyarakat,” ungkap Ardiansyah.

Menurutnya pemerintah harus mengambil peran agar para pelaku usaha ekonomi kerakyatan mendapatkan peluang untuk hadir di tengah masyarakat dengan produk-produk terbaiknya.

“Kepada para pelaku usaha agar terus berkarya dan berusaha, karena secara agregat, UMKM ini telah mempertahankan kemampuan ekonomi daerah dan Indonesia,” terang orang nomor satu di Kutim ini.

Baca Juga  Harkitnas 2026 di Paser Soroti Tantangan Era Digital dan Perlindungan Generasi Muda

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim Darsafani menyampaikan perputaran ekonomi di bazar ini. Berdasarkan laporan dari panitia pelaksana selama delapan hari dari awal pembukaan tanggal 31 Juli hingga penutupan 7 Agustus 2022 tercatat nilai transaksi mencapai Rp 2,2 milyar.

“Dari 60 tenant yang berjualan, rata-rata transaksi setelah dikalkulasi mencapai Rp270 juta per hari,” ujarnya.

Darsafani mengatakan kegiatan seperti Bazar ini menjadi momentum kebangkitan bagi pelaku usaha. Khususnya usaha kecil mikro di Kutim dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. (xl)