SAMARINDA – Keaktifan pos pelayanan terpadu (Posyandu) diharapkan ikut memerangi stunting di Samarinda. Sebagaimana disampaikan Ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda Rinda Wahyuni dalam gelar wicara di Kaltim Expo 2022.
“Dua tahun selama pandemi Covid memang posyandu tidak diaktifkan karena social distancing. Oleh karena setelah menurunnya kasus Covid, kami akan gas kan Posyandu lagi untuk aktif di masyarakat,” sebut Rinda.
Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Samarinda ini berharap besar lewat Posyandu di garda terdepan bisa mencegah stunting. Meskipun dalam memerangi stunting bukan hanya PR tenaga kesehatan, melainkan semua elemen terkait memiliki tanggung jawab bersama.
“Lewat keaktifan Posyandu, harapannya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak termasuk pula dalam memerangi stunting di kota Samarinda,” tutur Rinda.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Irama Fitamina Majid memaparkan, posyandu berperan penting dalam penanganan stunting.
“Ibu hamil pasti ke Posyandu dan habis melahirkan juga ke Posyandu. Kalau Posyandu tidak aktif, kita tidak bisa mendeteksi anak gizi buruk atau anak gizi kurang,” urai perempuan yang juga anggota Forkots Samarinda ini.
Irama mengatakan di Samarinda kasus stunting tertinggi di Kecamatan Sungai Kunjang, Palaran, dan Loa Janan.
“Karena Posyandu memang tidak aktif waktu pandemi. Dengan kembali akan mengaktifkan Posyandu, harapan kami Bu Camat, Bu Lurah yang memegang wilayah agar mengajak warganya untuk aktif ke Posyandu,” tegasnya. (xl)












