Bupati Kukar Tinjau Penganyam Purun Desa Sabintulung, Ini Saran yang Diberikan

Bupati Kukar Tinjau Penganyam Purun Desa Sabintulung, Ini Saran yang Diberikan
Kunjungan kerja Bupati Kukar Edi Damansyah di Desa Sabintulung. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyampaikan apresiasi atas langkah–langkah nyata program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dari PT Kencana Agri Ltd.

“Berbicara TJSP hal yang dilakukan perusahaan sangatlah tepat dengan memfasilitasi pelatihan anyaman purun untuk masyarakat setempat ini. Yaitu pemberdayaan manusia agar bisa menggunakan kekuatan sendiri dalam berusaha,” kata Edi Damansyah pada saat meninjau pengrajin purun, di Serapo Belian Desa Sabintulung Muara Kaman, Ahad (16/10/2022).

“Ini bagus sekali pelatihnya juga didatangkan langsung dari Semarang dan yang dilatih pun sudah terampil dalam menganyam purun sehingga sentuhannya tidak terlalu lama dan ini sangatlah luar biasa,” sambungnya.

Baca Juga  KPU Kukar Tetapkan Nomor Urut Paslon Pilkada 2024

Kata Edi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyambut baik apa yang sudah dilakukan. Berkaitan dengan ekonomi kreatif, sehingga harus didorong dengan baik.

Orang nomor satu di Kota Raja ini menyarankan pengrajin purun membentuk kelembagaan. Sehingga aspek legalnya bisa berjalan dengan baik, karena bantuan dari pemerintah tidak akan diberikan ke perorangan tapi kelompok.

Dalam tahap perjalanannya nanti sebagai mitra pemerintah yaitu Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), akan membantu mempromosikan. Dan membawa para pelaku usaha atau pengrajin kesetiap mengikuti expo di luar Kukar. Agar mempunyai jejaring dan konsumen baru.

Baca Juga  Berlangsung Megah, Wabup Kukar Apresiasi MTQ Tingkat Kecamatan Samboja

Di era digitalisasi, lanjut Edi, sangatlah ampuh dalam mempromosikan produk yang dihasilkan. Bisa melalui media sosial dan lain sebagainya.

Dirinya meminta masyarakat desa Sabintulung bisa menekuni anyaman purun sebagai produk unggulan. Apalagi sekarang setiap desa berlomba-lomba untuk mewujudkan salah satu keunggulan

“Kadang problem ditemukan setelah pasar ditemukan. Nantinya kadang tidak bisa mempertahankan produksi itu secara berkelanjutan, untuk itu jangan sampai ini terjadi ke depan,” ucap Edi.

Dia berharap pihak perusahaan terus mengawal kegiatan anyaman purun tersebut. Hingga berkembang dan berhasil memproduksi dan menjual ke luar.

Baca Juga  Bantu Perempuan Berpendapatan Rendah, DP3A Kukar Beri Pelatihan Keterampilan

“Untuk itu harus dihitung dahulu biaya produksinya berapa agar bisa mendapatkan biaya pemasarannya,” tutupnya. (zu)