Ragam  

Alumni LPKK Gelar Haul dan Doa Bersama Kenang Seniman yang Telah Tutup Usia

Suasana haul dan doa bersama untuk seniman yang telah meninggal dunia. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Para alumni Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK) melaksanakan haul dan doa bersama, Rabu (9/3/2022). Bertempat di taman rekreasi Kembang Jaong, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), haul dan doa bersama ini untuk mengenang 62 orang seniman asal Kukar yang telah tutup usia.

Kegiatan ini diperakarsai mantan pengurus, seniman, dan seniwati. Yang pernah mengabdi di LPKK sejak 1972 hingga 2008 atau selama 40 tahun lamanya berkarya sebelum akhirnya lembaga ini vakum 2008 lalu.

Kegiatan ini bukan hanya mendoakan para seniman yang telah wafat. Namun juga menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia para seniman yang pernah berkarya bersama.

Mantan Ketua Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK) Misra Budiarto menjelaskan, kegiatan haul bagi seniman dan seniwati asal Kukar ini adalah bentuk penghargaan yang tak terhitung lagi karya dan pertunjukkan seni yang telah ditampilkan. Mulai dari seni tradisi hingga kontemporer.

Baca Juga  Animo Masyarakat Tinggi, Grup JKT48 Sukses Meriahkan Wonderful Kukar 2023

“Karya seni yang sudah ditampilkan seniman LPKK tidak tehitung lagi. Dari mulai pendirinya Pak Zais, pagelaran seperti Erau, acara tingkat nasional maupun mengunjungi 20 negara lain untuk promosi budaya Kutai Kartanegara,” sebutnya.

Selain itu dengan adanya LPKK, semua seniman asal Kukar mulai dari perorangan, kelompok, dan komunitas, semua berkarya bersama di lembaga itu.

Bila dihitung ada ribuan seniman yang pernah tergabung dalam LPKK. Meliputi penyanyi, pemusik, penari, teater, tarsul, dan sastrawan. “Dan semua bidang kesenian saat itu jalan semua,” jelasnya.

Saat ini dirinya dan para seniman lainnya yang pernah berkarya bersama juga berpesan. Agar pemerintah daerah saat ini bisa memprioritaskan seni dan budaya di Kukar.

Pasalnya daerah ini kaya akan seni maupun budaya yang patut dilestarikan. Namun sekarang seni dan budaya daerah saat ini seperti tidak lagi ada daya tarik nilainya karena kurangnya dukungan dan lembaga yang menaungi. Selain itu, dalam waktu dekat Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara segera berdiri di Kaltim.

Baca Juga  Inisiasi inDrive Sentuhan Manusia Sukses Pikat 21 Juta Online Reach

“Maka harus ada keseriusan untuk mempertahankan dan melestarikan kesenian asli Kukar,” paparnya.

Mantan Sekertaris LPKK Erwin Junaidi, menambahkan, seniman asal Kukar dahulu sangat terkenal dan karya-karyanya juga telah melanglang buana dari tingkat nasional dan internasional. Hal tersebut masih membekas di ingatannya.

“Prestasi kita saat itu pada tahun 78 juara satu nasional untuk tari tradisional, dengan membawa tarian gantar pahlawan. Dan saya sebagai salah satu penari saat itu,” sebutnya.

Lanjutnya, dahulu dalam kegiatan seni yang digagas pemerintah daerah LPKK tidak pernah luput dari fungsinya. Pihaknya selalu terlibat untuk memberikan pelatihan dan memperkenalkan kearifan lokal tujuan utamanya yakni agar Kukar dikenal oleh domestik dan mancanegara.

Sementara saat ini Erwin menilai pihak-pihak terkait minim melakukan regenerasi seniman. Oleh sebab itu dengan adanya kelompok seni saat ini dapat menjadi solusi untuk mengembalikan marwah seni Kutai. Jika bisa, LPKK kembali direvitalisasi atau dihidupkan agar fokus untuk melestarikan seni dan budaya setempat.

Baca Juga  Satu Tahun Kepemimpinan Edi Damansyah-Rendi Solihin di Kutai Kartanegara

“Kami juga menyarankan pemerintah daerah agar bisa menghidupkan kembali lembaga seni ini. Di mana khusus untuk menaungi seni dan budaya daerah,” pungkasnya. (zu)