Ragam  

Analisis BEM Fisip Unikarta: PPU dan Kukar Bakal Jadi Ciri Baru IKN Nusantara

Analisis BEM Fisip Unikarta: PPU dan Kukar Bakal Jadi Ciri Baru IKN Nusantara
Presiden BEM Fisip Unikarta Fadlurrahman Mahfudz. (Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Kaltim khususnya Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) akan menjadi ciri baru Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Analisis ini disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Fadlurrahman Mahfudz.

“Bisa dikatakan wilayah Kaltim, khususnya Kabupaten PPU dan Kukar mencirikan identitas wajah IKN yang sangat pas, khas, dan tepat,” kata Fadlurrahman kepada wartawan di kampus Unikarta, Tenggarong, Kukar, Kalimantan Timur, Selasa (27/12/2022).

Dia juga berpendapat bahwa kepindahan IKN dari DKI Jakarta ke Kaltim adalah sesuatu yang sangat positif untuk kemajuan Indonesia di kemudian hari. Hanya saja dia meminta agar otoritas terkait tetap memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mereka bisa ikut berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan dan kemajuan IKN Nusantara tersebut.

Baca Juga  Mitra Murni Perkasa Resmi Masuki Tahap Awal Commissioning Smelter Nikel Matte   

“Perlu diantisipasi agar kemajuan pembangunan IKN dibarengi dengan pemberdayaan masyarakat atau kearifan lokal wilayah Kaltim. Jangan sampai warga lokal nantinya hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri,” ucapnya.

Oleh sebab itu pula Fadlurrahman mengingatkan dan mengajak semua pemuda asli Kaltim mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Karena cepat atau lambat bakal ada migrasi secara besar-besaran penduduk ke Kaltim setelah pemerintahan nanti pindah ke IKN Nusantara.

Akan ada persaingan SDM antara warga pendatang dan lokal, sehingga warga lokal memang harus siap SDM-nya untuk bisa bersaing.

“Jadilah pemuda penggerak, agar bisa terlibat langsung dipembangunan IKN Nusantara Kaltim,” tuturnya.

Fadlurrahman juga menilai pertimbangan pemindahan IKN ke Kaltim tersebut disebabkan berbagai faktor. Yakni hampir 70 persen penduduk Indonesia ada di Pulau Jawa. Selain itu produk domestik regional bruto (PDRB) juga didominasi oleh Pulau jawa.

Baca Juga  Workshop E-PBM Dukung Transformasi Digital Bongkar Muat di Ring 2 Ibu Kota Nusantara

Konversi lahan juga lumayan besar di Jawa. Penduduk yang paling terpadat ada di pusat ibu kota Jakarta, meski wilayahnya kecil total penduduk DKI Jakarta mencapai sekitar 12 juta.

“Artinya, kepadatan penduduk di Kota Jakarta mencapai 17.013 Jiwa/ Km persegi. Ditambah beban buruknya faktor lingkungan dan polusi udara,” paparnya.

Lebih lanjut Fadlurrahman berpandangan faktor infrastruktur pendukung IKN sudah sangat terpenuhi. Yakni dengan adanya dua bandara di Balikpapan dan Samarinda, serta pelabuhan laut besar di Balikpapan.

Lalu, potensi bencana alam di Kaltim juga sangat kecil, karena masih jauh pertemuan lempeng Australia dan pasifik dari Kalimantan. Hal ini berbeda dengan Jawa yang begitu berdekatan antara kedua lempeng tersebut.

Baca Juga  DKP Kukar Genjot Program Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil

“Masyarakat Kaltim juga sangat Heterogen, mencirikan sebagai wajah ibu kota yang pluralis, toleran, sehingga sudah sangat tepat dan pas sebagai IKN Nusantara,” pungkasnya. (zu)