KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik melalui jalur sungai di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpantau menurun. Bila dibandingkan tahun lalu.
Aktivitas di Dermaga Stadion Aji Imbut pada Kamis (19/3/2026) menunjukkan jumlah penumpang tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kapal Barokah 08 yang melayani rute Samarinda–Melak tetap beroperasi, namun okupansinya lebih rendah.
Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan Kukar Rakhmadani Hidayat, mengatakan dermaga tersebut menjadi titik penting mobilitas penumpang dan barang dari Samarinda menuju wilayah hulu Kaltim seperti Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Namun, tren mudik tahun ini mengalami penurunan signifikan.
“Berdasarkan analisa koordinator dermaga, ada sedikit penurunan dari tahun lalu. Salah satu penyebabnya adalah insiden kapal tenggelam di Sebulu beberapa waktu lalu. Masyarakat jadi lebih berhati-hati dan memilih jalur alternatif,” jelas Rakhmadani saat diwawancarai.
Dishub mencatat penurunan arus mudik mencapai sekitar 25 persen. Jika tahun lalu jumlah penumpang bisa mencapai 100 orang menjelang Lebaran, kini hanya berkisar 40–50 orang.
Salah satu penumpang, Hendra, mengatakan tetap memilih jalur sungai karena lebih nyaman. “Lebih santai, bisa duduk dan tidur. Kalau lewat darat saya tidak kuat,” ujarnya.
Hendra bersama istrinya, Mira, berangkat dari Tenggarong menuju Melak untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran. Hendra mengaku rutin menggunakan kapal untuk mudik maupun perjalanan harian.
Waktu tempuh perjalanan sungai diperkirakan tiba sekitar pukul 03.00 dini hari. Tiket kapal dibanderol Rp180 ribu hingga Rp200 ribu per orang. Dia membeli tiket sehari sebelumnya, sementara istrinya sudah lebih dahulu memesan pada awal pekan.
Meski terjadi penurunan jumlah penumpang, aktivitas mudik jalur sungai di Kukar tetap berlangsung lancar dan menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dalam perjalanan jauh. (fjr)












