Asistennya “Tandain” Wartawan, Gubernur Kaltim Minta Maaf kepada Insan Pers

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. (istimewa)

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers usai asisten pribadinya (aspri) diduga melakukan intimidasi kepada wartawan. Insiden itu terjadi usai acara penandatanganan kerja sama Pemprov Kaltim dengan dua yayasan lingkungan hidup, Senin (21/7/2025).

“Pertama saya mengucapkan mohon maaf ya, itu di luar dari kontrol saya karena sifatnya adalah spontan. Tetapi intinya tidak ada niatan sedikit pun untuk hal itu terjadi,” ujar Rudy kepada awak media.

Dirinya mengaku selama ini telah menjalin kolaborasi yang baik dengan insan pers. Khususnya dalam membangun kemitraan erat untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas. 

“Selama ini saya rasa saya tidak ada jarak di antara teman-teman. Kita tetap bisa berkolaborasi bersama-sama membangun Kalimantan Timur ini, bersama-sama menyampaikan kepada khalayak ramai. Terutama hal-hal yang baik, hal-hal yang positif kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Dorong Inovasi dan Pelestarian Budaya Lokal Melalui Dekranasda Kaltim Award 2024

Karena itu sekali lagi Rudy mengucapkan permohonan maaf karena insiden yang terjadi bersifat spontan. Dia berharap semoga di masa-masa yang akan datang kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Yang jelas kita lanjutkan kebersamaan kita, mempererat komunikasi dan silaturahmi,” tegas Rudy seraya menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menjamin kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Sebelumnya aspri Gubernur Rudy Mas’ud diduga berupaya menghentikan sesi wawancara cegat. Sang aspri, seorang perempuan berjilbab, menyampaikan peringatan dengan nada tinggi kepada jurnalis yang bertanya soal  ketidakhadiran pimpinan daerah dalam rapat paripurna DPRD Kaltim yang digelar di hari yang sama.

Baca Juga  Indonesia Berduka, Wakil Presiden Keenam Try Sutrisno Tutup Usia

“Mas sudah selesai, sudah selesai,” katanya sambil memberikan peringatan dengan nada tinggi, “Tandai, tandai,” yang ditujukan kepada wartawan yang bertanya.

Meski sempat dihalangi, Rudy tetap menjawab pertanyaan soal dari wartawan yang bertanya. Namun, wartawan penanya kemudian didatangi oleh dua ajudan yang menanyakan identitas medianya.

Wartawan tersebut menjawab dengan tenang dan menjelaskan bahwa pertanyaan yang diajukan relevan dengan tugas jurnalistik, tanpa maksud pribadi. Ajudan perempuan kemudian meninggalkan lokasi, sementara ajudan laki-laki mengajak bersalaman. 

Baca Juga  Fraksi Golkar DPRD Kaltim Minta Pemprov Tambah Pembangunan Rumah Sakit

Sontak insiden ini mendapat kecaman dari insan pers, salah satunya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. (xl)

monperatoto slot gacor hari ini